New Normal Dimulai Senin, Pemprov Jawa Barat Lakukan Sosialisasi
Rabu, 27 Mei 2020 - 14:34 WIB
loading...
A
A
A
Kang Emil menuturkan, Forum Komunikasi Pimpinan Derah (Forkopimda) Jabar berpatokan kepada level kewaspadaan. New normal hanya diterapkan di kawasan zona hijau, kuning, dan biru. Sedangkan yang masih zona merah dan hitam tidak boleh menerapkan.
"Jadi kita tetap waspada. Istilahnya bukan pelonggaran, bukan relaksasi, tapi istilahnya jadi adaptasi terhadap situasi baru. Nah, apa yang diadaptasi? Pelan-pelan bertahap kegiatan ekonomi akan dibuka tapi dengan cara baru," tutur Kang Emil.
(Baca: Penerapan Tatanan Normal Baru di Jabar Ditarget Awal Juni, Ini Skenarionya)
Saat ini, protokol tatanan normal baru sedang disiapkan. Yang pasti, semua toko atau ekonomi harus membuat surat pernyataan siap mematuhi protokol baru di new normal dan siap diberi sanksi jika melanggar. Intinya terbagi dalam tiga kelompok, yaitu menjaga jarak, harus higienis memakai masker, dan cuci tangan saat keluar masuk dari sebuah tempat.
"Ini (tatanan normal baru) akan dikawal TNI dan Polri selama 14 hari untuk mendisiplinkan warga. Pak Presiden sudah memberikan tugas kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk memobilisasi anggota TNI dan Polri di empat provinsi percobaan ini," ungkap dia.
Kang Emil mengatakan, Pangdam dan Kapolda akan melakukan simulasi-simulasi di pasar tradisional yang memang cenderung lebih repot, toko dan mal, serta tenpat ibadah.
"Jadi kita tetap waspada. Istilahnya bukan pelonggaran, bukan relaksasi, tapi istilahnya jadi adaptasi terhadap situasi baru. Nah, apa yang diadaptasi? Pelan-pelan bertahap kegiatan ekonomi akan dibuka tapi dengan cara baru," tutur Kang Emil.
(Baca: Penerapan Tatanan Normal Baru di Jabar Ditarget Awal Juni, Ini Skenarionya)
Saat ini, protokol tatanan normal baru sedang disiapkan. Yang pasti, semua toko atau ekonomi harus membuat surat pernyataan siap mematuhi protokol baru di new normal dan siap diberi sanksi jika melanggar. Intinya terbagi dalam tiga kelompok, yaitu menjaga jarak, harus higienis memakai masker, dan cuci tangan saat keluar masuk dari sebuah tempat.
"Ini (tatanan normal baru) akan dikawal TNI dan Polri selama 14 hari untuk mendisiplinkan warga. Pak Presiden sudah memberikan tugas kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk memobilisasi anggota TNI dan Polri di empat provinsi percobaan ini," ungkap dia.
Kang Emil mengatakan, Pangdam dan Kapolda akan melakukan simulasi-simulasi di pasar tradisional yang memang cenderung lebih repot, toko dan mal, serta tenpat ibadah.
Lihat Juga :