New Normal Dimulai Senin, Pemprov Jawa Barat Lakukan Sosialisasi
Rabu, 27 Mei 2020 - 14:34 WIB
loading...
A
A
A
"Pelaksanaan salah berjamaah di masjid bagaimana? Misalkan, masjid kapasitasnya 100 orang, karena shafnya berdempetan sekarang berjarak, kapasitasnya harus 50 orang. Maka, orang ke-51 (dan seterusnya) wayahna (sudah seharusnya) tetap salat di masjid tapi di rombongan salat berjamaah ronde kedua,” kata Kang Emil.
(Baca: Forum Orang Tua Siswa Kota Bandung Keberatan Wacana Masuk Sekolah Juni 2020)
Normalitas baru itulah, ujar Kang Emil, yang akan dilakukan di daerah-daerah. Jadi peribadatan, kegiatan sosial, dan yang paling berat sedang disiapkan adalah sekolah dan pesantren. Saat ini masih dilakukan persiapan new normal di sekolah.
”Sebab sekolah itu kan rata-rata 36 anak per kelas. Dengan normalitas baru, itu terlalu dekat kan. Mungkin jadi 20 murid per kelas. Nah yang 16 murid lainnya kemana? Mungkin masuk siang. Nah Itu harus kami pikirkan,” ujar Kang Emil.
”Saya minta kerja sama ke media selama 4-5 hari ini ya, kita fokus mengedukasi tentang tata cara normalitas baru karena terkendalinya Jabar akan terganggu kalau dalam normalitas baru ada euforia orang seolah-olah normal yang lama. Kalau normal yang lama itu kan bisa ke toko lagi, sekolah lagi tapi gak pakai masker, tidak menjaga jarak, dan gak mau ngantre nah itu akan membahayakan prestasi kita," kata Kang Emil.
(Baca: Forum Orang Tua Siswa Kota Bandung Keberatan Wacana Masuk Sekolah Juni 2020)
Normalitas baru itulah, ujar Kang Emil, yang akan dilakukan di daerah-daerah. Jadi peribadatan, kegiatan sosial, dan yang paling berat sedang disiapkan adalah sekolah dan pesantren. Saat ini masih dilakukan persiapan new normal di sekolah.
”Sebab sekolah itu kan rata-rata 36 anak per kelas. Dengan normalitas baru, itu terlalu dekat kan. Mungkin jadi 20 murid per kelas. Nah yang 16 murid lainnya kemana? Mungkin masuk siang. Nah Itu harus kami pikirkan,” ujar Kang Emil.
”Saya minta kerja sama ke media selama 4-5 hari ini ya, kita fokus mengedukasi tentang tata cara normalitas baru karena terkendalinya Jabar akan terganggu kalau dalam normalitas baru ada euforia orang seolah-olah normal yang lama. Kalau normal yang lama itu kan bisa ke toko lagi, sekolah lagi tapi gak pakai masker, tidak menjaga jarak, dan gak mau ngantre nah itu akan membahayakan prestasi kita," kata Kang Emil.
(muh)
Lihat Juga :