Soe Hok Gie dan Mimpi Buruk Pembantaian Bali
Sabtu, 10 Juli 2021 - 04:58 WIB
loading...
A
A
A
Satu dua bulan kemudian, keadaan di Bali mulai tegang. Pembunuhan yang terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah tersiar luas kabarnya di Bali. Seorang tokoh PNI Bali, Wedagama menghasut rakyat bahwa membunuh PKI dibenarkan oleh Tuhan dan tidak akan disalahkan oleh hukum.
Dalam buku lain, disebutkan operasi penumpasan orang-orang komunis di Bali berawal pada 7 Desember 1965. Dimulai datangnya pasukan di bawah pimpinan Mayor (Inf) Djasmin.
Hal itu dikatakan Julius Pour dalam bukunya Pengabdian Korps Baret Merah dalamG30S: Fakta atau Rekayasa. “Seperti di daerah lain, Kolonel Sarwo Edhie Wibowo mendampingi tim RPKAD yang bertugas ke Kodam XVII/ Udajana…” ungkap Pour.
Target pertama penumpasan dilakukan terhadap salah satu donatur Central Daerah Besar PKI Bali bernama I Gede Poeger. Pada 16 Desember 1965, ratusan mata warga Denpasar menyaksikan Poeger yang kedua tangannya terikat diseret. Poeger yang berbadan gempal kemudian ditusuk dengan sebilah pisau, sebelum kemudian kepalanya ditembak sampai tewas seketika.
Ben Mboi dalam bukunyaMemoar Seorang Dokter, Prajurit, Pamong Praja ikut menjadi saksi peristiwa itu. "Saya menyaksikan bagaimana massa di Bali membunuh Poeger…” ungkapnya.
Menurut Mboi, dirinya sempat merasa aneh, bagaimana masyarakat Bali yang terkenal peramah, ternyata bisa berubah menjadi beringas dan sangat kejam. Dalam waktu yang lain, Mboi juga menyaksikan ada orang yang begitu saja dianggap komunis disiksa sampai mati bahkan ada yang dibakar hidup-hidup.
Dalam buku lain, disebutkan operasi penumpasan orang-orang komunis di Bali berawal pada 7 Desember 1965. Dimulai datangnya pasukan di bawah pimpinan Mayor (Inf) Djasmin.
Hal itu dikatakan Julius Pour dalam bukunya Pengabdian Korps Baret Merah dalamG30S: Fakta atau Rekayasa. “Seperti di daerah lain, Kolonel Sarwo Edhie Wibowo mendampingi tim RPKAD yang bertugas ke Kodam XVII/ Udajana…” ungkap Pour.
Target pertama penumpasan dilakukan terhadap salah satu donatur Central Daerah Besar PKI Bali bernama I Gede Poeger. Pada 16 Desember 1965, ratusan mata warga Denpasar menyaksikan Poeger yang kedua tangannya terikat diseret. Poeger yang berbadan gempal kemudian ditusuk dengan sebilah pisau, sebelum kemudian kepalanya ditembak sampai tewas seketika.
Ben Mboi dalam bukunyaMemoar Seorang Dokter, Prajurit, Pamong Praja ikut menjadi saksi peristiwa itu. "Saya menyaksikan bagaimana massa di Bali membunuh Poeger…” ungkapnya.
Menurut Mboi, dirinya sempat merasa aneh, bagaimana masyarakat Bali yang terkenal peramah, ternyata bisa berubah menjadi beringas dan sangat kejam. Dalam waktu yang lain, Mboi juga menyaksikan ada orang yang begitu saja dianggap komunis disiksa sampai mati bahkan ada yang dibakar hidup-hidup.
Lihat Juga :