Ini 7 Instruksi Bupati Ade Yasin Rem Lonjakan Covid-19 di Kabupaten Bogor
Kamis, 08 Juli 2021 - 17:37 WIB
loading...
Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
BOGOR - Melonjaknya kasus Covid-19 membuat Bupati Bogor Ade Yasin bekerja ekstra dalam menekan jumlah kasus harian yang saat ini mencai 22.670 orang. Diantaranya dengan mengoptimalkan implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang berlaku sejak 3 hingga 20 Juli 2021.
Ade Yasin dalam keterangan persnya Kamis (8/7/2021) mengatakan, tahun 2021 merupakan tahun yang cukup tinggi tekanan peningkatan kasus Covid-19. Diawali-awal tahun 2021 yang mendapatkan tekanan terhadap pasca liburan akhir tahun, hingga diterapkannya PPKM Mikro pada bulan Maret, secara bertahap angka konfirmasi positif per bulan menurun drastis dalam dua bulan.
Baca juga: Sehari 23 Warga Kabupaten Bogor Meninggal karena Covid-19, Ade Yasin Minta Bantuan Swadaya Masyarakat
“Tetapi bulan Juni mendapat lonjakan yang cukup tinggi yang sangat signifikan yang diperkirakan terjadi akibat adanya libur Lebaran dan pascaLebaran."
"Bahkan di bulan Juli jumlah ini meningkat sangat signifikan. Dalam lima hari jumlah kasus konfirmasi bulan Juli sudah mencapai setengah dari capaian di bulan Juni," sambungnya.
Jika hal ini dibiarkan maka akan terjadi lonjakan kasus yang melebihi bulan Juni. Hal ini bisa dilihat dari lonjakan rata-rata harian yang meningkat lebih dari dua kali lipat.
Baca juga: Biadab, Pencuri Gasak Ambulans Milik Klinik Dentisari Bojonggede
Ade Yasin dalam keterangan persnya Kamis (8/7/2021) mengatakan, tahun 2021 merupakan tahun yang cukup tinggi tekanan peningkatan kasus Covid-19. Diawali-awal tahun 2021 yang mendapatkan tekanan terhadap pasca liburan akhir tahun, hingga diterapkannya PPKM Mikro pada bulan Maret, secara bertahap angka konfirmasi positif per bulan menurun drastis dalam dua bulan.
Baca juga: Sehari 23 Warga Kabupaten Bogor Meninggal karena Covid-19, Ade Yasin Minta Bantuan Swadaya Masyarakat
“Tetapi bulan Juni mendapat lonjakan yang cukup tinggi yang sangat signifikan yang diperkirakan terjadi akibat adanya libur Lebaran dan pascaLebaran."
"Bahkan di bulan Juli jumlah ini meningkat sangat signifikan. Dalam lima hari jumlah kasus konfirmasi bulan Juli sudah mencapai setengah dari capaian di bulan Juni," sambungnya.
Jika hal ini dibiarkan maka akan terjadi lonjakan kasus yang melebihi bulan Juni. Hal ini bisa dilihat dari lonjakan rata-rata harian yang meningkat lebih dari dua kali lipat.
Baca juga: Biadab, Pencuri Gasak Ambulans Milik Klinik Dentisari Bojonggede
Lihat Juga :