Kabupaten Jayapura Diguncang Gempa M5,2 BMKG Sebut karena Deformasi Kerak Bumi Menengah
Rabu, 07 Juli 2021 - 21:20 WIB
loading...
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bermagnitudo 5,2 pada Rabu pukul 19.30 WIB di Kabupaten Jayapura, Papua, akibat aktivitas deformasi kerak bumi di kedalaman menengah. Foto SINDOnews
A
A
A
JAYAPURA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bermagnitudo 5,2 pada Rabu pukul 19.30 WIB di Kabupaten Jayapura , Papua, akibat aktivitas deformasi kerak bumi di kedalaman menengah.
Gempa yang dimutahirkan menjadi bermagnitudo 5 berpusat pada koordinat 2,91 LS dan 139,6 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 99 KM arah utara Kota Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua, pada kedalaman 111 KM.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi di kedalaman menengah," ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang S Prayitno dalam keterangannya di Jakarta.
Baca : Miris! Anak Semata Wayang Gugat Ibu Kandung yang sudah Renta di Pengadilan
Bambang mengatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).
Guncangan gempa bumi tersebut dirasakan di daerah Wamena dan Jayapura, III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar dia.
Gempa yang dimutahirkan menjadi bermagnitudo 5 berpusat pada koordinat 2,91 LS dan 139,6 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 99 KM arah utara Kota Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua, pada kedalaman 111 KM.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi di kedalaman menengah," ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang S Prayitno dalam keterangannya di Jakarta.
Baca : Miris! Anak Semata Wayang Gugat Ibu Kandung yang sudah Renta di Pengadilan
Bambang mengatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).
Guncangan gempa bumi tersebut dirasakan di daerah Wamena dan Jayapura, III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar dia.
Lihat Juga :