Ngaku Keponakan Jenderal, Pelanggar PPKM Darurat di Tangsel Malah Disuruh Pushup 50 Kali
Selasa, 06 Juli 2021 - 16:23 WIB
loading...
A
A
A
Sapta berusaha tidak terpancing emosi menghadapi remaja labil tersebut. Dia menjelaskan bahwa dirinya hanya petugas yang tengah menjalankan aturan PPKM Darurat.
Baca juga: Patuhi PPKM Darurat, Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang Ditutup
"Ketika itu saya lebih tegaskan lagi, anda harus tahu saudaramu, saudaramu seorang perwira, apalagi bintang dua akan malu melihat permasalahan ini. Terutama kamu yang salah," tegasnya.
Mendengar penjelasan Sapta, remaja itu tidak meneruskan sikapnya dan diam. Apalagi penerapan PPKM Darurat perintah langsung dari Presiden. "Akhirnya kakaknya ikut bicara, dia minta maaf adiknya salah bicara dan berjanji akan mengikuti aturan berlaku yang diperintahkan oleh seluruh petugas. Saat itu, kita setrap secara fisik," katanya.
Akibat tindakannya, remaja itu hanya dikenai sanksi fisik berupa pushup sebanyak 50 kali. Setelah itu, keduanya dilepas oleh petugas. "Dia gak bawa identitas. Udah salah, gak bawa identitas, pake bawa-bawa beking pula. Saya suruh pushup 50 kali dan dia melakukan. Dia minta maaf mengakui kesalahannya," ujar Sapta.
Baca juga: Patuhi PPKM Darurat, Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang Ditutup
"Ketika itu saya lebih tegaskan lagi, anda harus tahu saudaramu, saudaramu seorang perwira, apalagi bintang dua akan malu melihat permasalahan ini. Terutama kamu yang salah," tegasnya.
Mendengar penjelasan Sapta, remaja itu tidak meneruskan sikapnya dan diam. Apalagi penerapan PPKM Darurat perintah langsung dari Presiden. "Akhirnya kakaknya ikut bicara, dia minta maaf adiknya salah bicara dan berjanji akan mengikuti aturan berlaku yang diperintahkan oleh seluruh petugas. Saat itu, kita setrap secara fisik," katanya.
Akibat tindakannya, remaja itu hanya dikenai sanksi fisik berupa pushup sebanyak 50 kali. Setelah itu, keduanya dilepas oleh petugas. "Dia gak bawa identitas. Udah salah, gak bawa identitas, pake bawa-bawa beking pula. Saya suruh pushup 50 kali dan dia melakukan. Dia minta maaf mengakui kesalahannya," ujar Sapta.
(jon)
Lihat Juga :