Anies Baswedan: Pandemi Covid-19 Pengingat Betapa Lemahnya Kita sebagai Makhluk
Minggu, 04 Juli 2021 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: PPKM Darurat, Puluhan Kendaraan Diputar Balik di Perbatasan Bekasi-Karawang
Sepakat atau tidak pandemi telah merubah keadaan. Mekah jadi sepi, Madinah sunyi, Ka'bah yang mulia dipagari, banyak masjid yang ditutup untuk salat Jumat dan untuk salat fardu. Umrah ditiadakan, haji untuk kalangan terbatas dan jumlah yang juga dibatasi. Jabatan tangan setelah salat diganti dengan isyarat atau tangan yang mengepal.
"Ketika corona datang dia membawa pesan tidak tertulis seolah ritual itu rapuh di tengah masyarakat, orang berlari mencari perlindungan, meminta pertolongan kepada yang Maha Kuasa dialah Allah SWT. Orang mencari yang Maha Penolong itu bukan di Masjid, bukan di Ka'bah, mimbar khutbah Jumat atau di panggilan azan, tetapi dalam keterisolasian kita, dalam nisan yang terbungkam, dalam hakekat, yang tersembunyi di balik semua ini," urai Anies membacakan puisi karya Gus Mus.
Dalam kesempatan itu, Anies bersama dengan alim ulama ikut mendoakan yang terbaik bagi Jakarta dan Indonesia. Tidak lupa, mereka mengharap kepada illahi agar pandemi Covid-19 segera berakhir.
"Sekurang-kurangnya 17 kali sehari minimal mengatakan Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan. Hari ini, kita mohonkan pertolongan itu. Kita berkumpul meminta selamatkan umat selamatkan orang di Jakarta di Indonesia, angkatlah bencana ini angkatlah wabah ini dikembalikan dalam kehidupan keseharian di mana interaksi antar keluarga, masyarakat dan tetangga bisa berjalan dengan baik. Insya Allah ikhtiar ini akan dimudahkan untuk ketemu kepada solusi dan mohon dukungannya," tutupnya.
Sepakat atau tidak pandemi telah merubah keadaan. Mekah jadi sepi, Madinah sunyi, Ka'bah yang mulia dipagari, banyak masjid yang ditutup untuk salat Jumat dan untuk salat fardu. Umrah ditiadakan, haji untuk kalangan terbatas dan jumlah yang juga dibatasi. Jabatan tangan setelah salat diganti dengan isyarat atau tangan yang mengepal.
"Ketika corona datang dia membawa pesan tidak tertulis seolah ritual itu rapuh di tengah masyarakat, orang berlari mencari perlindungan, meminta pertolongan kepada yang Maha Kuasa dialah Allah SWT. Orang mencari yang Maha Penolong itu bukan di Masjid, bukan di Ka'bah, mimbar khutbah Jumat atau di panggilan azan, tetapi dalam keterisolasian kita, dalam nisan yang terbungkam, dalam hakekat, yang tersembunyi di balik semua ini," urai Anies membacakan puisi karya Gus Mus.
Dalam kesempatan itu, Anies bersama dengan alim ulama ikut mendoakan yang terbaik bagi Jakarta dan Indonesia. Tidak lupa, mereka mengharap kepada illahi agar pandemi Covid-19 segera berakhir.
"Sekurang-kurangnya 17 kali sehari minimal mengatakan Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan. Hari ini, kita mohonkan pertolongan itu. Kita berkumpul meminta selamatkan umat selamatkan orang di Jakarta di Indonesia, angkatlah bencana ini angkatlah wabah ini dikembalikan dalam kehidupan keseharian di mana interaksi antar keluarga, masyarakat dan tetangga bisa berjalan dengan baik. Insya Allah ikhtiar ini akan dimudahkan untuk ketemu kepada solusi dan mohon dukungannya," tutupnya.
(thm)
Lihat Juga :