Anies Baswedan: Pandemi Covid-19 Pengingat Betapa Lemahnya Kita sebagai Makhluk
Minggu, 04 Juli 2021 - 16:33 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak kuasa menahan air mata saat membacakan jumlah warga yang meninggal dunia karena Covid-19. Foto: SINDOnews/Ist
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan, semenjak pandemi Covid-19 seluruh sendi kehidupan manusia berubah. Mobilitas penduduk antarbenua, antarnegara, antarwilayah, mendadak berubah menjadi imobilitas.
"Ini terjadi di semua tempat. Begitu juga dengan kita di Jakarta. Oleh karena itulah, kita semua seakan diingatkan bahwa kita adalah makhluk kecil, lemah, dan ketika berhadapan dengan virus ini saja kita memalami interupsi yang luar biasa," ujar Anies saat acara webinar DPW PKS DKI JAKARTA bertajuk Zikir, Doa dan Muhasabah untuk Jakarta Sehat, Minggu (4/7/2021).
Baca juga: Anies Tak Kuasa Tahan Tangis saat Bacakan Jumlah Warga DKI yang Wafat karena Covid-19
"Ini merupakan pengingat kepada kita betapa lemahnya kita sebagai makhluk ketika dihadapkan dengan makhluk lain yang supermikro, tetapi memiliki efek luar biasa pada kegiatan keseharian umat manusia di seluruh dunia. Bagaimana dalam satu setengah tahun kehidupan berubah secara drastis, kegiatan manusia yang mencapai intgrasi mendadak mengalami disintegrasi aktivitas," sambung Anies.
Anies lalu membacakan sebuah puisi karya KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa dengan Gus Mus. "Saya jadi teringat oleh sebuah puisi dari KH Mustifa Bisri Gus Mus kalau boleh saya baca sedikit, sebagian dari puisinya," kata Anies.
"Ini terjadi di semua tempat. Begitu juga dengan kita di Jakarta. Oleh karena itulah, kita semua seakan diingatkan bahwa kita adalah makhluk kecil, lemah, dan ketika berhadapan dengan virus ini saja kita memalami interupsi yang luar biasa," ujar Anies saat acara webinar DPW PKS DKI JAKARTA bertajuk Zikir, Doa dan Muhasabah untuk Jakarta Sehat, Minggu (4/7/2021).
Baca juga: Anies Tak Kuasa Tahan Tangis saat Bacakan Jumlah Warga DKI yang Wafat karena Covid-19
"Ini merupakan pengingat kepada kita betapa lemahnya kita sebagai makhluk ketika dihadapkan dengan makhluk lain yang supermikro, tetapi memiliki efek luar biasa pada kegiatan keseharian umat manusia di seluruh dunia. Bagaimana dalam satu setengah tahun kehidupan berubah secara drastis, kegiatan manusia yang mencapai intgrasi mendadak mengalami disintegrasi aktivitas," sambung Anies.
Anies lalu membacakan sebuah puisi karya KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa dengan Gus Mus. "Saya jadi teringat oleh sebuah puisi dari KH Mustifa Bisri Gus Mus kalau boleh saya baca sedikit, sebagian dari puisinya," kata Anies.
Lihat Juga :