Miris, Makam Tokoh Masyarakat Dibongkar dan Dipindahkan karena Keluarga Beda Pilihan Pilkades
Minggu, 04 Juli 2021 - 08:12 WIB
loading...
Hanya karena beda pilihan dalam Pilkades, makam salah seorang tokoh bernama Ujang Rahmat di Kampung Koranji, Desa Tegalwangi, Kecamatan Menes, Pandeglang, terpaksa dipindahkan. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
PANDEGLANG - Hanya karena berbeda pilihan dalam Pilkades , makam salah seorang tokoh bernama Ujang Rahmat di Kampung Koranji, Desa Tegalwangi, Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten terpaksa dipindahkan ke Kampung Kacapi Amis.
Jenazah yang sudah dimakamkan hampir 3 tahun itu digali pihak keluarga dan masyarakat untuk dipindahkan ke tempat pemakaman umum setempat.
Isak tangis keluarga pecah, saat melihat jasad yang tinggal tulang belulang itu diangkat kembali dan di balut dengan kain kafan. Salah seorang anak korban jatuh pingsan, karena tak sanggup melihat penderitaan sang ayah yang harus dipindahkan ke makam lain dengan menempuh perjalanan yang cukup curam.
Menurut Sanan, salah seorang kerabat keluarga, pemindahan makam ayah mereka disebabkan adanya ketersinggungan antara pihak keluarga dengan salah satu timses dari calon kepala desa bernama Shihab.
Pemilik tanah mempersoalkan anak korban bernama Ade Sadeli yang tidak mendukungnya. Apalagi beberapa hari yang lalu, Ade Sadeli diundang untuk bakar ikan di rumah balon kades lain, yang ternyata mengundang amarah pemilik makam.
Jenazah yang sudah dimakamkan hampir 3 tahun itu digali pihak keluarga dan masyarakat untuk dipindahkan ke tempat pemakaman umum setempat.
Isak tangis keluarga pecah, saat melihat jasad yang tinggal tulang belulang itu diangkat kembali dan di balut dengan kain kafan. Salah seorang anak korban jatuh pingsan, karena tak sanggup melihat penderitaan sang ayah yang harus dipindahkan ke makam lain dengan menempuh perjalanan yang cukup curam.
Menurut Sanan, salah seorang kerabat keluarga, pemindahan makam ayah mereka disebabkan adanya ketersinggungan antara pihak keluarga dengan salah satu timses dari calon kepala desa bernama Shihab.
Pemilik tanah mempersoalkan anak korban bernama Ade Sadeli yang tidak mendukungnya. Apalagi beberapa hari yang lalu, Ade Sadeli diundang untuk bakar ikan di rumah balon kades lain, yang ternyata mengundang amarah pemilik makam.
Lihat Juga :