Kisah Jalan Bhayangkara, Saksi Bisu Sejarah Panjang Polri di Masa Pergolakan Revolusi
Minggu, 04 Juli 2021 - 04:58 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Cerita Kusni Kasdut, Perampok Legendaris yang Pernah Terlibat Pertempuran 10 November Surabaya
Penamaan Jalan Bhayangkara itu disinyalir berawal dari dibangunnya kantor polisi, yang berada di lahan ruas jalan itu. Kantor polisi sendiri dibangun saat masa Bupati Majalengka ke 13, Rd. Moch. Nur Atmadibrata disebutkan.
"Ada catatan dalam buku 'Sewindu di Majalengka Maret 1950-Maret 1958' yang merupakan catatan Bupati Majalengka ke 13, Rd. Moch. Nur Atmadibrata. Disebutkan bahwa beliau (Bupati) membangun kantor polisi di daerah yang sekarang disebut Jalan Bhayangkara itu. Itu seperti catatan dari ME Tedjasukmana, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Polisi Negara Republik Darurat Kabupaten Majalengka. Kalau sekarang mungkin namanya Kapolres Majalengka," kata penggiat sejarah dari Grup Madjalengka Baheula (Grumala) Naro.
Baca juga: Cerita Tentang Pecel Blitar, Bung Karno, dan Revolusi Makanan Rakyat
Pembangunan kantor polisi sendiri dilakukan sekitar tahun 1950. Keberadaan kantor polisi di Jalan Bhayangkara itu, jelas dia, setelah kondisi tanah air dinyatakan aman, ketika penjajahan Belanda berakhir. "Sebelumnya kan, saat masa perlawanan terhadap penjajah itu, posnya pindah-pindah, sifatnya sementara. Menyesuaikan dengan lokasi gerilya. Ketika selesai gerilya, ya otomatis pos itu tidak digunakan lagi," jelas dia.
Penamaan Jalan Bhayangkara itu disinyalir berawal dari dibangunnya kantor polisi, yang berada di lahan ruas jalan itu. Kantor polisi sendiri dibangun saat masa Bupati Majalengka ke 13, Rd. Moch. Nur Atmadibrata disebutkan.
"Ada catatan dalam buku 'Sewindu di Majalengka Maret 1950-Maret 1958' yang merupakan catatan Bupati Majalengka ke 13, Rd. Moch. Nur Atmadibrata. Disebutkan bahwa beliau (Bupati) membangun kantor polisi di daerah yang sekarang disebut Jalan Bhayangkara itu. Itu seperti catatan dari ME Tedjasukmana, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Polisi Negara Republik Darurat Kabupaten Majalengka. Kalau sekarang mungkin namanya Kapolres Majalengka," kata penggiat sejarah dari Grup Madjalengka Baheula (Grumala) Naro.
Baca juga: Cerita Tentang Pecel Blitar, Bung Karno, dan Revolusi Makanan Rakyat
Pembangunan kantor polisi sendiri dilakukan sekitar tahun 1950. Keberadaan kantor polisi di Jalan Bhayangkara itu, jelas dia, setelah kondisi tanah air dinyatakan aman, ketika penjajahan Belanda berakhir. "Sebelumnya kan, saat masa perlawanan terhadap penjajah itu, posnya pindah-pindah, sifatnya sementara. Menyesuaikan dengan lokasi gerilya. Ketika selesai gerilya, ya otomatis pos itu tidak digunakan lagi," jelas dia.
Lihat Juga :