Monitoring Rumah Sakit Swasta, Wabup Bogor: Tenaga Kesehatan Sudah Kewalahan Tangani Pasien COVID-19
Kamis, 01 Juli 2021 - 19:01 WIB
loading...
A
A
A
“Kami datang ingin memonitor langsung ke sejumlah rumah sakit swasta yang ada di Kabupaten Bogor mengenai perkembangan penanganan pasien COVID-19. Kami ingin memaksimal rumah sakit yang ada di Kabupaten Bogor untuk memenuhi aturan Kementerian Kesehatan, mengalokasikan 30% kamar untuk pasien COVID-19," ungkapnya.
Kemudian, untuk menanggulangi Bed Occupancy Rate (BOR) yang tinggi, secara khusus pihaknya ingin memastikan apakah aturan Kemenkes mengenai alokasi 30% untuk pasien COVID-19 sudah dilaksanakan.
"Jadi kami mengajak rumah sakit swasta yang jumlahnya ada 24 rumah sakit, untuk bersama-sama menangani COVID-19 dengan menyediakan alokasi kamar sebanyak 30% sesuai dengan aturan Kemenkes,” ujar Iwan.
Di Rumah Sakit EMC Sentul, ternyata kamar yang disediakan untuk pasien COVID-19, sudah melebihi, yakni di atas 30%. Bahkan rumah sakit swasta pun mulai sibuk melayani pasien COVID-19.
Iwan merinci dari 177 kamar, alokasi untuk pasien COVID-19 sebanyak 91 kamar. Bahkan RSPG ini bisa menambah hingga 60% jika terjadi lonjakan kasus. “Namun ada juga kendala di sini seperti jumlah tenaga kesehatan, karena beberapa juga sudah terpapar COVID-19,” tambahnya.
Kemudian, untuk menanggulangi Bed Occupancy Rate (BOR) yang tinggi, secara khusus pihaknya ingin memastikan apakah aturan Kemenkes mengenai alokasi 30% untuk pasien COVID-19 sudah dilaksanakan.
"Jadi kami mengajak rumah sakit swasta yang jumlahnya ada 24 rumah sakit, untuk bersama-sama menangani COVID-19 dengan menyediakan alokasi kamar sebanyak 30% sesuai dengan aturan Kemenkes,” ujar Iwan.
Di Rumah Sakit EMC Sentul, ternyata kamar yang disediakan untuk pasien COVID-19, sudah melebihi, yakni di atas 30%. Bahkan rumah sakit swasta pun mulai sibuk melayani pasien COVID-19.
Iwan merinci dari 177 kamar, alokasi untuk pasien COVID-19 sebanyak 91 kamar. Bahkan RSPG ini bisa menambah hingga 60% jika terjadi lonjakan kasus. “Namun ada juga kendala di sini seperti jumlah tenaga kesehatan, karena beberapa juga sudah terpapar COVID-19,” tambahnya.
(wib)
Lihat Juga :