Bupati dan Wali Kota Cirebon Jadi Penjamin Pelaku Penganiayaan Dokter, Ada Apa?
Selasa, 29 Juni 2021 - 22:32 WIB
loading...
A
A
A
“Saya kira aneh, sebetulnya kan pelaku bukan dokter, posisinya hanya kepala laboratorium yang bisa digantikan oleh siapa saja. Urgensinya di mana, kalau penjamin mengatasnamakan Satgas COVID-19, lantas pelaku bukan dokter. Ini kan jadi tanda tanya," ujar Adib.
Peristiwa penganiayaan ini bermula saat korban bernama dr Herry Nur Hendriyana mengungkap adanya kejanggalan pada adminitrasi klinik dan apotek Cakrabuana. Adapun klinik dan apotek tersebut berada di bawah naungan Fakultas Kedokteran UGJ.
Herry yang bertugas sebagai pelaksana harian klinik dan apotek itu mengatakan bahwa tanda tangannya discan tanpa izin untuk menandatangani administrasi dan kwitansi
Tidak hanya itu, Herry mendapatkan informasi dari karyawan salah satu apotek Cakrabuana bahwa telah ada pembelian alat rapid test tanpa sepengetahuanya. Pembelian alat tersebut dibeli oleh klinik dari pelaku Donny dengan harga lebih tinggi dari harga pasaran pada umumnya.
"Saudara Donny menjual rapid antigen kepada klinik dan apotek Cakrabuana tanpa sepengetahuan saya dengan harga yaitu sebesar Rp2.900.000 per buah, di mana harga tersebut lebih tinggi dari harga yang ditawarkan oleh agen lain yaitu sebesar Rp1.700.000," beber Herry.
Peristiwa penganiayaan ini bermula saat korban bernama dr Herry Nur Hendriyana mengungkap adanya kejanggalan pada adminitrasi klinik dan apotek Cakrabuana. Adapun klinik dan apotek tersebut berada di bawah naungan Fakultas Kedokteran UGJ.
Herry yang bertugas sebagai pelaksana harian klinik dan apotek itu mengatakan bahwa tanda tangannya discan tanpa izin untuk menandatangani administrasi dan kwitansi
Tidak hanya itu, Herry mendapatkan informasi dari karyawan salah satu apotek Cakrabuana bahwa telah ada pembelian alat rapid test tanpa sepengetahuanya. Pembelian alat tersebut dibeli oleh klinik dari pelaku Donny dengan harga lebih tinggi dari harga pasaran pada umumnya.
"Saudara Donny menjual rapid antigen kepada klinik dan apotek Cakrabuana tanpa sepengetahuan saya dengan harga yaitu sebesar Rp2.900.000 per buah, di mana harga tersebut lebih tinggi dari harga yang ditawarkan oleh agen lain yaitu sebesar Rp1.700.000," beber Herry.
Lihat Juga :