Bappelitbangda Rumuskan Konsep Pulihkan Sektor Pariwisata yang Terimbas Covid-19
Selasa, 29 Juni 2021 - 21:18 WIB
loading...
Sektor wisata diharapkan bisa menjadi triger bagi pemulihan ekonomi dan bangkitnya roda perekonomian masyarakat di KBB yang sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19. Foto/Adi Haryanto.
A
A
A
BANDUNG BARAT - Sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang cukup terdampak akibat pandemi Covid-19. Oleh karenanya Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), berupaya untuk kembali memulihkan sektor tersebut.
Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi Sumber Daya Alam (SDA) Bappelitbangda KBB, Tajudin mengatakan, sektor pariwisata merupakan salah satu andalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemda KBB. Ketika sektor ini terdampak Covid-19, praktis berimbas kepada pemasukan daerah.
"Kita coba kembali pulihkan sektor pariwisata dengan berkomunikasi ke Disparbud dan para Pokdarwis terkait konsep apa yang bisa dilakukan untuk membuat pariwisata di KBB kembali menggeliat," tuturnya.
Berdasarkan data yang ada jumlah kunjungan wisatawan selama 2020 atau pada saat terjadi pandemi Covid-19 mengalami penurunan yang sangat drastis. Yakni hanya 4.088.811 wisatawan dari sebelumnya 6.531.026 wisatawan pada 2019. Imbasnya tentunya PAD dari sektor wisata ini turun hingga 42,70 persen.
"Itu menjadi pekerjaan rumah bagi kita agar bagaimana kunjungan wisatawan kembali meningkat, dan perputaran ekonomi di masyarakat juga menggeliat," ucapnya.
Plt Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan mengatakan, sektor pariwisata menjadi tonggak pemulihan ekonomi dampak dari pandemi Covid-19. Hal tersebut juga masuk pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2022 pada pemulihan ekonomi dampak dari Covid-19.
"Sektor pariwisata harus jadi entry point PAD di KBB. Saya juga sudah banyak berkomunikasi dengan Pak Kadisparbud Jawa Barat terkait pengembangan wisata pascapandemi Covid-19," ucapnya.
Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi Sumber Daya Alam (SDA) Bappelitbangda KBB, Tajudin mengatakan, sektor pariwisata merupakan salah satu andalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemda KBB. Ketika sektor ini terdampak Covid-19, praktis berimbas kepada pemasukan daerah.
"Kita coba kembali pulihkan sektor pariwisata dengan berkomunikasi ke Disparbud dan para Pokdarwis terkait konsep apa yang bisa dilakukan untuk membuat pariwisata di KBB kembali menggeliat," tuturnya.
Berdasarkan data yang ada jumlah kunjungan wisatawan selama 2020 atau pada saat terjadi pandemi Covid-19 mengalami penurunan yang sangat drastis. Yakni hanya 4.088.811 wisatawan dari sebelumnya 6.531.026 wisatawan pada 2019. Imbasnya tentunya PAD dari sektor wisata ini turun hingga 42,70 persen.
"Itu menjadi pekerjaan rumah bagi kita agar bagaimana kunjungan wisatawan kembali meningkat, dan perputaran ekonomi di masyarakat juga menggeliat," ucapnya.
Plt Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan mengatakan, sektor pariwisata menjadi tonggak pemulihan ekonomi dampak dari pandemi Covid-19. Hal tersebut juga masuk pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2022 pada pemulihan ekonomi dampak dari Covid-19.
"Sektor pariwisata harus jadi entry point PAD di KBB. Saya juga sudah banyak berkomunikasi dengan Pak Kadisparbud Jawa Barat terkait pengembangan wisata pascapandemi Covid-19," ucapnya.
Lihat Juga :