Ancam Keselamatan Anak-anak, FAGI Minta PTM di Jabar Ditunda
Selasa, 29 Juni 2021 - 11:20 WIB
loading...
Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jawa Barat meminta pemerintah menunda rencana pendidikan tatap muka (PTM) pada pertengahan Juli 2021.Foto/ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jawa Barat meminta pemerintah menunda rencana pendidikan tatap muka (PTM) pada pertengahan Juli 2021. Penundaan ini melihat situasi kasus COVID di Jabar yang terus meningkat.
Ketua FAGI Jabar Iwan Hermawan memohon kepada Gubernur dan para Bupati dan Wali Kota se-Jawa Barat menunda rencana PTM akan akan dilaksanakan bulan Juli 2021. Pemerintah juga mesti meninjau ulang SKB 4 Menteri yang mengisyaratkan pelaksanaan PTM Juli 2021 ini.
Baca juga: Ciamis Gempar! Ditemukan Tengkorak Manusia Terjerat Kabel Seling Baja dan Terikat di Pohon
"Pemerintah dan para pemangku kepentingan harus membaca angka kasus COVID sebagai ancaman serius, kita takut kehilangan masa depan anak bangsa karena kelalaian dalam tanggulangi COVID-19," kata Iwan, Selasa (29/6/2021).
Jika melihat data IDAI, satu dari delapan kasus konfirmasi COVID-19 adalah anak-anak. Data IDAI juga menunjukkan case mortality (tingkat kematian) mencapai tiga sampai lima persen, terbilang tertinggi di dunia. Bahkan, angka rata rata kasus COVID-19 sudah melampaui standar WHO.
Ketua FAGI Jabar Iwan Hermawan memohon kepada Gubernur dan para Bupati dan Wali Kota se-Jawa Barat menunda rencana PTM akan akan dilaksanakan bulan Juli 2021. Pemerintah juga mesti meninjau ulang SKB 4 Menteri yang mengisyaratkan pelaksanaan PTM Juli 2021 ini.
Baca juga: Ciamis Gempar! Ditemukan Tengkorak Manusia Terjerat Kabel Seling Baja dan Terikat di Pohon
"Pemerintah dan para pemangku kepentingan harus membaca angka kasus COVID sebagai ancaman serius, kita takut kehilangan masa depan anak bangsa karena kelalaian dalam tanggulangi COVID-19," kata Iwan, Selasa (29/6/2021).
Jika melihat data IDAI, satu dari delapan kasus konfirmasi COVID-19 adalah anak-anak. Data IDAI juga menunjukkan case mortality (tingkat kematian) mencapai tiga sampai lima persen, terbilang tertinggi di dunia. Bahkan, angka rata rata kasus COVID-19 sudah melampaui standar WHO.
Lihat Juga :