700 Bintara Remaja Polri Dilantik, Ini Pesan Kapolda Sulsel
Senin, 28 Juni 2021 - 14:20 WIB
loading...
A
A
A
Kepala SPN Batua Polda Sulsel , Kombes Pol Joko Pitoyo menyatakan, pelaksanaan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) untuk tahun ajaran 2020/2021 cukup berbeda, alasan utamanya karena kondisi pandemi Covid-19. Dia mengatakan, pembelajaran dilakukan menggunakan metode campuran. Luring dan daring.
Pada bulan pertama semua siswa sudah berada di SPN dan melaksanakan pembelajaran tatap muka. Namun pada bulan ketiga turun perintah dari pimpinan Lemdiklat Polri untuk memulangkan siswa diktukba ke wilayah asal Polres masing jajaran Polda Sulsel dan Sulbar.
"Di situ kita lakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Jadi secara online. Kitakan ada 28 kelas tiap tenaga pendidik dan pengasuh harus online dan mengawasi siswa mulai bangun sampai tidur lagi lewat WhatsApp. Kegiatannya mulai agama, teori kedinasan, mental sampai pembinaan fisik," ujat Joko.
Baca Juga: Personel Polda Sulsel Dilarang Main Game Higgs Domino
Alumnus Akademi Kepolisian 1991 ini mengklaim target 1400 jam pelajaran mencukupi dalam Diktukba. Pada bulan keempat seluruh siswa mendapatkan vaksin kembali lagi diasramakan, di sini ratusan siswa diketatkan mobilitasnya untuk menekan penyebaran covid 19.
Pada bulan pertama semua siswa sudah berada di SPN dan melaksanakan pembelajaran tatap muka. Namun pada bulan ketiga turun perintah dari pimpinan Lemdiklat Polri untuk memulangkan siswa diktukba ke wilayah asal Polres masing jajaran Polda Sulsel dan Sulbar.
"Di situ kita lakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Jadi secara online. Kitakan ada 28 kelas tiap tenaga pendidik dan pengasuh harus online dan mengawasi siswa mulai bangun sampai tidur lagi lewat WhatsApp. Kegiatannya mulai agama, teori kedinasan, mental sampai pembinaan fisik," ujat Joko.
Baca Juga: Personel Polda Sulsel Dilarang Main Game Higgs Domino
Alumnus Akademi Kepolisian 1991 ini mengklaim target 1400 jam pelajaran mencukupi dalam Diktukba. Pada bulan keempat seluruh siswa mendapatkan vaksin kembali lagi diasramakan, di sini ratusan siswa diketatkan mobilitasnya untuk menekan penyebaran covid 19.
Lihat Juga :