Kasus Covid-19 Berpotensi Naik, Perlu Antisipasi Over Kapasitas Rumah Sakit

Senin, 28 Juni 2021 - 09:11 WIB
loading...
Kasus Covid-19 Berpotensi...
Pemkot Makassar sedang gencar melakukan tracing dan testing untuk memburu suspek Covid-19. Hal ini berpotensi menyebabkan kasus melonjak. Sehingga perlu ada upaya antisipasi over kapasitas di rumah sakit. Foto: Dok/SINDOnews
A A A
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Makassar Recover (MR) tengah gencar-gencarnya melakukan tracing dan testing untuk memburu suspek Covid-19. Tim Covid Hunter dan Satgas Raika mulai bergerak.

Jika ini terus dilakukan, bukan tidak mungkin jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Makassar akan terus bertambah. Bahkan bisa jadi melonjak tajam. Jika demikian, over kapasitas keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 mesti diantisipasi.

Anggota Fraksi NasDem DPRD Kota Makassar , Ari Ashari Ilham menilai kerja-kerja pemerintah melalui Tim Makassar Recover sudah cukup baik. Jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Makassar masih bisa dikontrol. Namun ia meminta pemerintah kota untuk tetap mengantisipasi terjadinya over kapasitas di rumah sakit.

Baca Juga: Adu Cepat Vaksinasi Melawan Penularan Covid-19

"Kalau memang ternyata itu out of capacity maka mungkin pemerintah kota harus membuka tempat-tempat baru. Misalnya di Asrama Haji itu kan bisa difungsikan karena tidak ada pemberangkatan jemaah haji sehingga pemerintah kota pasti melihat kalau tren kenaikan Covid-19 di Makassar terus naik pasti akan ada tempat-tempat yang disiapkan," kata Ari, kepada SINDOnews, Minggu (27/6/2021).

Dia juga menyarankan agar pemerintah kota segera melakukan pembenahan di RSUD Daya . Terkhusus layanan rumah sakit, serta sarana dan prasarana. Keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 mesti di cek lebih awal.

"Kalau memang di rumah sakit itu pelayanannya kurang baik, segera diperbaiki. Cek kepasitasnya," ujar dia.

Hanya saja, dia tidak menyarankan pasien positif yang terjaring dari hasil tracing dan testing yang dilakukan 'Covid Hunter' dirawat di puskesmas. Mesti disiapkan tempat lain. Terlebih puskesmas adalah pusat pelayanan umum masyarakat.

Baca Juga: Perlu Edukasi Saat Mengonsumsi Obat Covid-19

"Sebaiknya jangan di puskesmas, karena itukan pusat pelayanan umum sehingga susah kita batasi antara tempat tidur yang satu dan yang lainnya. Pasti juga masyarakat tidak mau lagi datang, kalau puskesmas digunakan untuk merawat pasien positif Covid-19," terang dia.

Terkait Pemberlakuan PembatasanKegiatan Masyarakat ( PPKM ) yang dibatasi hingga pukul 20.00 Wita, menurut Ari perlu dikaji lagi. Sebab, penyebaran Covid-19 tidak mengenal waktu. Aktivitas masyarakat di siang hari pun perlu diawasi secara ketat.

"Covid-19 itu kan tidak memandang siang atau malam. Kalau saya melihat pembatasan maksimal 50% untuk tempat usaha itu perlu diperketat lagi. Secara regulasi memang begitu, tapi penerapan di lapangan tidak begitu. Kalau bisa di masing-masing gerai itu ada petugas yang berjaga, biar jaga jarak itu bisa diawasi," ungkap dia.

Baca Juga: Gerakan #Stayactive Ajak Masyarakat Aktif Olah Tubuh agar Terhindar Covid-19
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demonstran Mengamuk...
Demonstran Mengamuk Bakar Gedung DPRD Kota Makassar
RS Vertikal Makassar...
RS Vertikal Makassar Milik Pemerintah Kini Miliki Fasilitas AC VRF
Puncak Makassar Eight...
Puncak Makassar Eight Festival Dipindahkan ke Tugu MNEK, Ini Alasannya
Pemkot Makassar Terapkan...
Pemkot Makassar Terapkan Layanan Publik Berbasis Metaverse, Mendagri Beri Pujian
Musim Transisi, BPBD...
Musim Transisi, BPBD Makassar: Waspada Banjir dan Angin Kencang!
Awas! Kebakaran di Makassar...
Awas! Kebakaran di Makassar Meningkat hingga 359 Kali
Update Covid-19 per...
Update Covid-19 per 5 Februari 2023: Bertambah 171 Kasus, 1 Orang Meninggal
Update Covid-19 di Indonesia:...
Update Covid-19 di Indonesia: Bertambah 260 Kasus, Meninggal 4 Orang
Kasus Covid-19 di Indonesia...
Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 339, Meninggal 10 Orang
Rekomendasi
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
Kontras Desak Polisi...
Kontras Desak Polisi Periksa Mantan Kabais dan 2 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Berita Terkini
Little Star Fun Run...
Little Star Fun Run di Surabaya, Ajang Lari Anak Tumbuhkan Kepercayaan Diri
Tiyo Ardianto Dilaporkan...
Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polres Tangsel, Pelapornya Pernah Ngaku-ngaku Punya Gunung Parung
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Akses Jalan Medan Merdeka...
Akses Jalan Medan Merdeka Selatan ke Patung Kuda Ditutup Imbas Demo Serikat Pekerja
Infografis
Pasukan Israel Usir...
Pasukan Israel Usir Pasien dari Rumah Sakit Indonesia di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved