Alarm Bahaya Merapi, Kembali Muntahkan Wedus Gembel Sejauh 1 Km Malam Ini
Jum'at, 25 Juni 2021 - 23:04 WIB
loading...
A
A
A
Hani menjelaskan untuk awan panas pukul 04.43 WIB menyebabkan terjadinya hujan abu di beberapa wilayah sektor tenggara lereng Merapi. Seperti di Cangkringan dan Pakem, Sleman.
Sedangkan selama seminggu, 18-24 awan panas guguran terjadi sebanyak 17 kali dengan jarak luncur maksimal 2.500 m ke arah barat daya dan lima kali awanpanas guguran dengan jarak luncur 1.400 m ke tenggara.
Guguran lava teramati sebanyak 206 kali dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya dan 600 m ke arah tenggara.
Volume kubah lava di sektor barat daya sebesar 1.590.000 m3 dengan laju pertumbuhan 11.400 m3/hari. Analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor tenggara tanggal 24 Juni terhadap tanggal 17 Juni 2021 menunjukkan adanya penambahan tinggi kubah tengah sebesar 0,5 m. “Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu,” paparnya.
Baca juga: Keterlaluan! Berdalih Isolasi Mandiri, 2 ASN Satu Kantor Selingkuh Digerebek Sang Istri dan Warga
Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan laju pemendekan jarak sebesar 2 cm/hari. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
“Dari data tersebut, disimpulkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat siaga atau level III,” ungkapnya.
Sedangkan selama seminggu, 18-24 awan panas guguran terjadi sebanyak 17 kali dengan jarak luncur maksimal 2.500 m ke arah barat daya dan lima kali awanpanas guguran dengan jarak luncur 1.400 m ke tenggara.
Guguran lava teramati sebanyak 206 kali dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya dan 600 m ke arah tenggara.
Volume kubah lava di sektor barat daya sebesar 1.590.000 m3 dengan laju pertumbuhan 11.400 m3/hari. Analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor tenggara tanggal 24 Juni terhadap tanggal 17 Juni 2021 menunjukkan adanya penambahan tinggi kubah tengah sebesar 0,5 m. “Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu,” paparnya.
Baca juga: Keterlaluan! Berdalih Isolasi Mandiri, 2 ASN Satu Kantor Selingkuh Digerebek Sang Istri dan Warga
Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan laju pemendekan jarak sebesar 2 cm/hari. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
“Dari data tersebut, disimpulkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat siaga atau level III,” ungkapnya.
Lihat Juga :