Jelang Musda Golkar Luwu Utara, IDP dan Arjuna Belum Ajukan Diskresi
Senin, 21 Juni 2021 - 12:36 WIB
loading...
Ilustrasi. Foto: SINDOnews
A
A
A
MAKASSAR - Dua bakal calon ketua DPD II Golkar Luwu Utara (Lutra) harus mengantongi diskresi DPP untuk bisa bertarung di musyawarah daerah (musda). Keduanya ialah Indah Putri Indriani (IDP) dan Arifin Junaidi (Arjuna).
Pasalnya, keduanya sama-sama tersandung salah satu syarat yang diharuskan untuk dipenuhi. IDP tersandung syarat belum cukup lima tahun menjadi kader dan pengurus. Saat menjelang pemilu 2019 lalu, bupati Lutra itu menanggalkan jabatannya sebagai ketua DPC Gerindra Lutra dan bergabung ke Partai Golkar .
Baca juga:Kader Minta Arifin Junaedi Fokus Menyukseskan Musda Golkar Lutra
Sementara Arjuna tersandung prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela (PDLT) kepartaian. Menjelang Pemilu 2019 lalu, Arjuna meninggalkan Golkar dan bergabung ke PAN. Dia mengantongi kartu tanda anggota (KTA) partai besutan Zulkifli Hasan itu.
Wakil sekretaris komunikasi publik DPD I Golkar Sulsel Zulham Arief tak menampik hal tersebut. Keduanya memang harus mendapat restu dari Ketum Airlangga Hartarto. "Jadi sebenarnya keduanya butuh diskresi," ucapnya.
Zulham mengatakan, baik IDP dan Arjuna belum pernah memasukkan permohonan diskresi ke DPD I, sehingga pihaknya belum bisa memproses hal tersebut ke DPP.
Pasalnya, keduanya sama-sama tersandung salah satu syarat yang diharuskan untuk dipenuhi. IDP tersandung syarat belum cukup lima tahun menjadi kader dan pengurus. Saat menjelang pemilu 2019 lalu, bupati Lutra itu menanggalkan jabatannya sebagai ketua DPC Gerindra Lutra dan bergabung ke Partai Golkar .
Baca juga:Kader Minta Arifin Junaedi Fokus Menyukseskan Musda Golkar Lutra
Sementara Arjuna tersandung prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela (PDLT) kepartaian. Menjelang Pemilu 2019 lalu, Arjuna meninggalkan Golkar dan bergabung ke PAN. Dia mengantongi kartu tanda anggota (KTA) partai besutan Zulkifli Hasan itu.
Wakil sekretaris komunikasi publik DPD I Golkar Sulsel Zulham Arief tak menampik hal tersebut. Keduanya memang harus mendapat restu dari Ketum Airlangga Hartarto. "Jadi sebenarnya keduanya butuh diskresi," ucapnya.
Zulham mengatakan, baik IDP dan Arjuna belum pernah memasukkan permohonan diskresi ke DPD I, sehingga pihaknya belum bisa memproses hal tersebut ke DPP.
Lihat Juga :