Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Ahmad Muzani: Komnas HAM Harus Bentuk Tim Pencari Fakta atas Penembakan Mara Salem

loading...
Ahmad Muzani: Komnas HAM Harus Bentuk Tim Pencari Fakta atas Penembakan Mara Salem
Wakil Ketua MPR-RI, Ahmad Muzani saat menerima kunjungan Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus, bersama sekjen dan penasehat SMSI, di kediamannya, Minggu (20/6/2021). Foto: Istimewa
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani meminta agar aparat kepolisian dan Komnas HAM mengungkap kasus penembakan Mara Salem Harahap , pemimpin redaksi (Pemred) media online lokal di Sumatera Utara ( Sumut ).

Mara Salem mengalami luka tembak di bagian paha dan dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit Sabtu (19/6/2021) pagi.

Baca juga: Simalungun Gempar, Pimred Media Online Tewas Bersimbah Darah Ditembak Orang Tak Dikenal

"Secara pribadi, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya rekan wartawan, Saudara Mara Salem Harahap, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” kata Ahmad Muzani yang disampaikan langsung kepada Firdaus, Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, di kediamannya, Minggu (20/6). Turut hadir Sekjen SMSI Moh. Nasir dan Penasehat SMSI, Ervik Ari Susanto.

Wakil Ketua MPR RI yang juga Sekjen Partai Gerindra ini menilai, penembakan itu adalah bentuk penodaan terhadap demokrasi sekaligus ancaman terhadap profesi jurnalis.

Baca juga: Foto Syur Diduga Selingkuh di Mobil Gemparkan Aceh, Disebut Mirip ASN Kemenag



“Polisi harus segera mengusut dan menangkap pelaku penembakan. Komnas HAM juga harus turun membentuk Tim Pencari Fakta. Sudah berulangkali kejadian seperti ini terjadi, kita tidak bisa membiarkan karena ini merupakan ancaman bagi kegiatan jurnalistik dan demokrasi di negara ini” tegasnya.

Politisi yang juga mantan wartawan ini mengatakan, bukan baru kali ini kekerasan dialami oleh wartawan. Karenanya, dia mendorong peningkatan perlindungan kepada wartawan dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik.

“Kita semua tahu bahwa UU 40/1999 menjamin perlindungan terhadap pers. Jadi perlindungan terhadap wartawan mutlak dilakukan,” tambah Muzani sambil mengepalkan tangannya tanda keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top