Pasien COVID-19 Terus Bertambah, Ridwan Kamil Siapkan 3.000 Bed Tambahan
Rabu, 16 Juni 2021 - 22:35 WIB
loading...
A
A
A
"Nanti dievaluasi tujuh hari melalui sebuah hasil yang terukur, apakah ada pelonggaran dan sebagainya," katanya.
Dalam kesempatan itu, Kang Emil juga kembali menyampaikan usulannya kepada pemerintah pusat agar meniadakan libur Idul Adha 2021.
"Kami dari Jabar mengusulkan meniadakan libur Idul Adha karena performa BOR itu terbaik saat salat Idul Fitri, di bawah 30 persen. Tiba-tiba berantakan banyak yang tidak menaati. Ini sebagai hikmah, kalau kita taat harusnya terkendali, kalau tidak patuh ini contohnya kasus COVID-19 melonjak," paparnya.
"Jangan menyalahkan yang lain juga. Sebelum libur mudik, wisata buka, tapi terkendali. Hanya disiplin kuncinya. Mau seganas apa tipenya, kuncinya disiplin dan kurangi pergerakan yang tidak perlu," tandas Kang Emil.
Sementara itu, Menko PMK, Muhadjir Effendy menyebut, lonjakan kasus COVID-19 di Jabar sebagai hukuman atas ketidaktaatan terhadap imbauan larangan mudik Lebaran 2021 hingga pesta pernikahan.
Menurut dia, Presiden Jokowi pun menyebut bahwa Jabar menjadi salah satu wilayah yang harus diperhatikan dalam penanganan COVID-19, khususnya penanganan klaster keluarga.
"Jabar termasuk yang tinggi (kasus COVID-19). Diminta ada perhatian khusus oleh Bapak Presiden. Ini sebagian (kasus) dari arus balik pascamudik. Kita tahu banyak sekali pemudik yang bandel, nekat, yang kemudian kembali ke wilayah tempat tinggal awal dan membawa oleh-oleh COVID-19 dan menciptakan klaster keluarga," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Kang Emil juga kembali menyampaikan usulannya kepada pemerintah pusat agar meniadakan libur Idul Adha 2021.
"Kami dari Jabar mengusulkan meniadakan libur Idul Adha karena performa BOR itu terbaik saat salat Idul Fitri, di bawah 30 persen. Tiba-tiba berantakan banyak yang tidak menaati. Ini sebagai hikmah, kalau kita taat harusnya terkendali, kalau tidak patuh ini contohnya kasus COVID-19 melonjak," paparnya.
"Jangan menyalahkan yang lain juga. Sebelum libur mudik, wisata buka, tapi terkendali. Hanya disiplin kuncinya. Mau seganas apa tipenya, kuncinya disiplin dan kurangi pergerakan yang tidak perlu," tandas Kang Emil.
Sementara itu, Menko PMK, Muhadjir Effendy menyebut, lonjakan kasus COVID-19 di Jabar sebagai hukuman atas ketidaktaatan terhadap imbauan larangan mudik Lebaran 2021 hingga pesta pernikahan.
Menurut dia, Presiden Jokowi pun menyebut bahwa Jabar menjadi salah satu wilayah yang harus diperhatikan dalam penanganan COVID-19, khususnya penanganan klaster keluarga.
"Jabar termasuk yang tinggi (kasus COVID-19). Diminta ada perhatian khusus oleh Bapak Presiden. Ini sebagian (kasus) dari arus balik pascamudik. Kita tahu banyak sekali pemudik yang bandel, nekat, yang kemudian kembali ke wilayah tempat tinggal awal dan membawa oleh-oleh COVID-19 dan menciptakan klaster keluarga," tuturnya.
Lihat Juga :