Usai Gempa Bermagniduto 6,1 Air Laut Sempat Surut dan Talud Pantai Rusak
Rabu, 16 Juni 2021 - 15:38 WIB
loading...
Warga Kabupaten maluku Tengah, memilih mengungsi ke datarang tinggi usai terjadinya gempa bermagnitudo 6,1. Foto/BNPB
A
A
A
JAKARTA - Pasca kejadian gempa bermagnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah Kabupaten Maluku Tengah, Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) terus memantau situasi terkini yang terjadi di wilayah bencana.
Baca juga: Pasca Gempa Bermagnitudo 6,1 BMKG Imbau Warga Maluku Tengah Waspada Potensi Tsunami
Dari laporan di lapangan, pasca gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, dan Kota Ambon, disebutkan ada kerusakan pada dinding penahan tanah (talud) pantai, dan air laut sempat terlihat surut.
Sementara di Desa Saunolu, terdapat kerusakan pada permukiman masyarakat dan di Desa Mahu, terdapat patahan. BNPB dalam siaran pers tertulisnya menyebutkan, belum ada laporan korban jiwa akibat gempa bumi tersebut, namun masyarakat telah melakukan evakuasi mandiri dengan mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi.
Baca juga: Jambi Gempar, Warga Satu RT Tertipu Beli dan Makan Daging Babi Saat Idul Fitri
BNPB juga menyebut, masyarakat selalu diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga dalam menghadapi bahaya gempa bumi maupun potensi tsunami, tetap pantau informasi yang dapat dipercaya dan tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Baca juga: Tempat Hiburan Malam Digerebek Polda NTT, 16 Anak Gadis Dipaksa Layani Tamu hingga Hamil
BPBD Kabupaten Maluku Tengah, Pusdalops Kota Ambon, BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat, BPBD Kabupaten Seram Bagian Timur, dan BPBD Provinsi Maluku sama-sama melaporkan warganya merasakan guncangan kuat dengan durasi guncangan yang bervariasi.
Baca juga: Pasca Gempa Bermagnitudo 6,1 BMKG Imbau Warga Maluku Tengah Waspada Potensi Tsunami
Dari laporan di lapangan, pasca gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, dan Kota Ambon, disebutkan ada kerusakan pada dinding penahan tanah (talud) pantai, dan air laut sempat terlihat surut.
Sementara di Desa Saunolu, terdapat kerusakan pada permukiman masyarakat dan di Desa Mahu, terdapat patahan. BNPB dalam siaran pers tertulisnya menyebutkan, belum ada laporan korban jiwa akibat gempa bumi tersebut, namun masyarakat telah melakukan evakuasi mandiri dengan mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi.
Baca juga: Jambi Gempar, Warga Satu RT Tertipu Beli dan Makan Daging Babi Saat Idul Fitri
BNPB juga menyebut, masyarakat selalu diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga dalam menghadapi bahaya gempa bumi maupun potensi tsunami, tetap pantau informasi yang dapat dipercaya dan tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Baca juga: Tempat Hiburan Malam Digerebek Polda NTT, 16 Anak Gadis Dipaksa Layani Tamu hingga Hamil
BPBD Kabupaten Maluku Tengah, Pusdalops Kota Ambon, BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat, BPBD Kabupaten Seram Bagian Timur, dan BPBD Provinsi Maluku sama-sama melaporkan warganya merasakan guncangan kuat dengan durasi guncangan yang bervariasi.
(eyt)
Lihat Juga :