Pemutakhiran Data Pemilih Diyakini Lebih Cepat dan Akurat dengan E-Coklit
Senin, 25 Mei 2020 - 20:22 WIB
loading...
A
A
A
Keunggulan lain dari aplikasi E-Coklit ini kata Endang adalah alur pengimputan data yang lebih ringkas, karena hasil unggahan petugas di lapangan langsung masuk ke server sidalih KPU Makassar.
"Jadi alur data tidak lagi sepanjang coklit manual yaitu dari PPDP ke PPS, PPK, baru sampai ke KPU Makassar. Aplikasi E-Coklit juga bisa menjadi kontrol untuk memantau pergerakan petugas PPDP di lapangan karena sistemnya yang seperti GPS sehingga proses pemutahiran data pemilih diharapkan bisa lebih akurat," kata Endang lagi.
Adapun dari sisi kekurangan kata Endang, pihaknya mencatat, masih ada sebagian kecil petugas yang gagap menggunakan aplikasi ini. Meski begitu, hal tersebut kata dia wajar, karena tidak pernah mendapat pelatihan. Kendala tersebut menurut dia, bisa diatasi dengan melakukan proses bimtek ke petugas sebelum turun lapangan.
"Yang menjadi kendala juga adalah jenis smartphone yang harus dimiliki oleh PPDP adalah smartphone dengan spesifikasi minimal android 5, dengan memori ram minimal 3 giga dan space penyimpanan minimal 1 giga sehingga PPDP yang direkrut tidak boleh gaptek. Kendala lain yang ditemukan adalah masih terdapatnya daerah yang tidak memiliki sinyal. akan tetapi hal ini bisa ditaktisi dengan penginputan offline yang dimiliki aplikasi ini. Jadi petugas PPDP menguplod manual dulu dan nanti mengirim ke server ketika sudah dapat sinyal," beber Endang.
Dengan beberapa catatan tersebut, KPU Makassar kata Endang optimistis aplikasi E-Coklit yang dikembangkan KPU Makassar bisa menjadi jawaban proses pemuktahiran data pemilih yang lebih cepat dan akurat.
"Jadi alur data tidak lagi sepanjang coklit manual yaitu dari PPDP ke PPS, PPK, baru sampai ke KPU Makassar. Aplikasi E-Coklit juga bisa menjadi kontrol untuk memantau pergerakan petugas PPDP di lapangan karena sistemnya yang seperti GPS sehingga proses pemutahiran data pemilih diharapkan bisa lebih akurat," kata Endang lagi.
Adapun dari sisi kekurangan kata Endang, pihaknya mencatat, masih ada sebagian kecil petugas yang gagap menggunakan aplikasi ini. Meski begitu, hal tersebut kata dia wajar, karena tidak pernah mendapat pelatihan. Kendala tersebut menurut dia, bisa diatasi dengan melakukan proses bimtek ke petugas sebelum turun lapangan.
"Yang menjadi kendala juga adalah jenis smartphone yang harus dimiliki oleh PPDP adalah smartphone dengan spesifikasi minimal android 5, dengan memori ram minimal 3 giga dan space penyimpanan minimal 1 giga sehingga PPDP yang direkrut tidak boleh gaptek. Kendala lain yang ditemukan adalah masih terdapatnya daerah yang tidak memiliki sinyal. akan tetapi hal ini bisa ditaktisi dengan penginputan offline yang dimiliki aplikasi ini. Jadi petugas PPDP menguplod manual dulu dan nanti mengirim ke server ketika sudah dapat sinyal," beber Endang.
Dengan beberapa catatan tersebut, KPU Makassar kata Endang optimistis aplikasi E-Coklit yang dikembangkan KPU Makassar bisa menjadi jawaban proses pemuktahiran data pemilih yang lebih cepat dan akurat.
Lihat Juga :