Jadi Guru Dadakan, Mahasiswi Cantik Terima Rp1,2 Juta/Bulan
Senin, 14 Juni 2021 - 12:46 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, menjadi guru di sekolah inklusi menjadi pengalaman terbesar dalam hidupnya. Sebab, dia bukan hanya menjadi tenaga pendidik melainkan juga mesti memahami karakter siswa dengan kebutuhan khusus.
“Saya sebelumnya memang pernah menjadi guru tapi ya guru les. Dengan jumlah siswa yang enggak banyak, dan itu siswanya normal anak kebanyakan. Tapi di sekolah inklusi, saya jadi mengerti bagaimana menghadapi anak autis, hiperaktif, dan down syndrome. Itu pengalaman yang luar biasa,” ungkapnya.
Meski demikian, Ketua BEM FBIB Unisbank itu mengaku belum memantapkan hati bakal menjadi guru setelah menyelesaikan studinya nanti. “Saya punya pengalaman jadi guru, cuma ke depannya belum tahu kalau meneruskan jadi guru atau tidak,” tandasnya.
Sementara itu, Dekan FBIB Unisbank, Endang Yuliani Rahayu, S.S, mengatakan, terdapat tiga mahasiswanya yang mengikuti program Kampus Mengajar. Mereka adalah Tasya Tsania Anaraki (SD Suryo Bimo Kresno Semarang), Firlanda Dayu Pramesti (SDN 5 Getas Boja), dan Inge Shafa Sekarningrum (SD Muhammadiyah 07 Semarang ).
“Program Kampus Mengajar ini dilaksanakan sejak Maret sampai Juni 2021. Tugas-tugas mereka di sekolah antara lain mengajar di kelas, membantu guru melakukan koreksi tugas-tugas dan ulangan para siswa, atau membantu guru menyiapkan pemberkasan soal-soal latihan,” pungkasnya.
“Saya sebelumnya memang pernah menjadi guru tapi ya guru les. Dengan jumlah siswa yang enggak banyak, dan itu siswanya normal anak kebanyakan. Tapi di sekolah inklusi, saya jadi mengerti bagaimana menghadapi anak autis, hiperaktif, dan down syndrome. Itu pengalaman yang luar biasa,” ungkapnya.
Meski demikian, Ketua BEM FBIB Unisbank itu mengaku belum memantapkan hati bakal menjadi guru setelah menyelesaikan studinya nanti. “Saya punya pengalaman jadi guru, cuma ke depannya belum tahu kalau meneruskan jadi guru atau tidak,” tandasnya.
Sementara itu, Dekan FBIB Unisbank, Endang Yuliani Rahayu, S.S, mengatakan, terdapat tiga mahasiswanya yang mengikuti program Kampus Mengajar. Mereka adalah Tasya Tsania Anaraki (SD Suryo Bimo Kresno Semarang), Firlanda Dayu Pramesti (SDN 5 Getas Boja), dan Inge Shafa Sekarningrum (SD Muhammadiyah 07 Semarang ).
“Program Kampus Mengajar ini dilaksanakan sejak Maret sampai Juni 2021. Tugas-tugas mereka di sekolah antara lain mengajar di kelas, membantu guru melakukan koreksi tugas-tugas dan ulangan para siswa, atau membantu guru menyiapkan pemberkasan soal-soal latihan,” pungkasnya.
(msd)
Lihat Juga :