Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Guru Ngaji Cabuli Santrinya di Rumah yang Ditempati Bersama Istri dan Anaknya

loading...
Guru Ngaji Cabuli Santrinya di Rumah yang Ditempati Bersama Istri dan Anaknya
Rumah yayasan ponpes tempat guru ngaji melakukan aksi pencabulan, ternyata baru tujuh bulan ditempati. Foto/SINDOnews
SIDOARJO - Kondisi rumah kontrakan yang juga dijadikan pondok pesantren oleh guru ngaji berinisial AH, kini kondisinya lengang, usai terbongkarnya kasus pencabulan yang dilakukan sang ustaz terhadap para santrinya tersebut.

Baca juga: Tak Kuat Tahan Napsu Seks, Pengangguran Ini Nekat Perkosa Wanita Cantik di Masjid

Rumah tersebut, baru tujuh bulan ini ditempati AH bersama anak dan istrinya, serta dua guru ngaji lainnya, dan 25 santri . Mereka menempati rumah kontrakan tersebut, karena rumah yang ditempati sebelumnya, dalam proses renovasi.



Lebih dari 10 santri di yayasan ponpes tersebut menjadi korban pencabulan yang dilakukan AH. Aksi pencabulan dilakukan malam hari usai mengaji. Pencabulan dilakukan AH di dalam rumah yang juga ditempati anak dan istrinya, yakni di kawasan Sidokare Asri, Kabupaten Sidoarjo.

Baca juga: Mengaku Acara Yasinan, Wanita-wanita Seksi di Palangkaraya Ini Justru Asyik Joget Dangdut



Setiap harinya, yakni pagi dan sore para pengajar mengajar ngaji anak didiknya di sebuah masjid yang jaraknya tak jauh dari rumah tersebut. Warga sekitar sangat terkejut dengan kejadian ini. Mereka tidak menyangka seorang guru ngaji dapat berbuat bejat kepada anak didiknya.

Ketua RT, Slamet Budianto mengaku, para warga di kawasan ini pun sering mengirimkan sedikit bantuan, untuk dapat meringankan atau membantu anak-anak yang berstatus yatim dan piatu di rumah yayasan ponpes tersebut.

Baca juga: Bawa Golok, Pemuda Bertato di Tasikmalaya Serang Warga dan Wanita Cantik

"Rumah tersebut dikontrak tersangka AH , untuk dua tahun. Dikarenakan rumah tempat tinggal sebelumnya sedang dibangun, dan selama ini menjadi tempat tinggal 22 anak didik yang kebanyakan berasal dari luar Pulau Jawa," terangnya.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top