Kisah Mistis Calon Arang dan Asal Muasal Leak Bali

Sabtu, 12 Juni 2021 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Awalnya, mereka bisa menutupi hal tersebut. Akan tetapi, berita tersebut sampai juga ke telinga Calonarang. Ia sangat marah mengetahui calon menantunya diperlakukan seperti itu.

Benar-benar tidak tahu diri. Tunggu saja pembalasanku dan rasakan ganasnya ilmuku. Ha.. ha.. ha..” ucapnya penuh amarah. Ia lalu mempersiapkan segala sesuatunya untuk melakukan penyembahan.

Ratna Manggali yang mengetahui kejadian sebenarnya berusaha menghentikan sangibu, tapi usahanya gagal. Ki Rangda kemudian berubah menjadi Calon Arang yang memiliki tubuh seperti raksasa dan berwajah mengerikan.

Setelah itu, wabah menyerang Desa Girah tak mengenal ampun. Semua panenan menjadi gagal. Anak-anak bayi pun banyak yang meninggal secara mendadak.

Berita wabah penyakit di Desa Girah akhirnya sampai juga ke telinga Raja Airlangga. Ia kemudian memutuskan untuk langsung menindaklanjuti hal tersebut setelah mengetahui penyebab yang sebenarnya.

Sang raja mengirim patih-patih terbaiknya untuk menyerang Ki Rangda di malam hari. Ia berpikir bahwa wanita tersebut akan lengah ketika sedang tidur.

Namun, kejadian yang sebenarnya justru sebaliknya. Dukun aliran ilmu hitam tersebut ternyata sudah mempersiapkan semuanya. Ia bahkan berhasil memukul mundur para prajurit kerajaan tanpa kesulitan yang berarti.

Penyerangan tersebut semakin memicukemarahannya. Ia lalu mengirim wabah lagi ke banyak desa sehingga keadaan menjadi lebih parah dari sebelumnya.

Kejadian tersebut membuat raja menjadi semakin kewalahan. Pasalnya, semakin hari semakin banyak orang yang berjatuhan. Tempat tinggal sementara yang disiapkan sudah semakin penuh dan bahan makanan semakin menipis.

Di tengah kekalutan tersebut, anak raja Airlangga yang bernama Jayabaya membawa angin segar. Di perpustakaan kerajaan, ia menemukan sebuah lontar yang di dalamnya tertulis kalau ilmu hitam Ki Rangda hanya bisa dikalahkan oleh seorang pendeta agung bernama Empu Baradah.

Tanpa membuang waktu lagi, sang raja kemudian menyuruhnya dan beberapa patih untuk pergi ke Lemah Tulis tempat di mana Empu Baradah tinggal. Setelah menempuh perjalanan selama berhari-hari, akhirnya tibalah mereka di padepokan milik Empu Baradah.

Kondisi di Lemah Tulis begitu jauh berbeda dari desa-desa di Kerajaan Daha. Desa ini sama sekali tak terpengaruh oleh ilmu hitam Calon Arang.

Sesampainya di tempat itu, kedatangan rombongan kerajaan diterima baik oleh Empu Baradah. Kemudian, Jayabaya menyampaikan maksud kedatangan mereka, yaitu meminta bantuan untuk mengatasi ilmu hitam milik Calonarang yang mengacaukan desa-desa.

Empu Baradah berpikir sebentar dan menemukan sebuah cara untuk mengatasi wabah tersebut. Ia kemudian memanggil murid kepercayaannya yang bernama Bahula.

Ia meminta bantuan pemuda tersebut untuk membantu mewujudkan rencananya dengan cara menikahi Ratna Manggali. Meskipun awalnya merasa ragu-ragu, Bahula pun menurutinya. Sebelum pergi, pemuda itu dibekali ilmu supaya dapat meluluhkan hati Calon Arang.

Beberapa hari kemudian, tibalah Bahula di kediaman Ki Rangda. Tanpa basa-basi, ia langsung mengutarakan maksud dan tujuan kedatangannya.

Mendengar hal tersebut, Calonarang tentu saja sangat gembira. Namun, sebelum menerimanya tentu saja ia menimbang bibit, bebet, dan bobot pemuda itu. Setelah melalui pertimbangan yang matang, ia kemudian menerimanya sebagai calon menantu.

Pernikahan Ratna Manggali dan Bahula diadakan sehari semalam dengan sangat meriah. Calonarang begitu bahagia dan terharu melihat putrinya menikah. Hal itu kemudian mendorongnya untuk menghentikan sementara wabah yang dikirimnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
Pengamat Dukung Mabes...
Pengamat Dukung Mabes Polri Tangkap Pelaku Perampokan dan Penculikan WNA di Bali
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Rekomendasi
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved