Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

COVID-19 Bangkalan Melonjak, 239 Pengendara Positif Usai Tes Antigen

loading...
COVID-19 Bangkalan Melonjak, 239 Pengendara Positif Usai Tes Antigen
Penyekatan dan tes rapid antigen massal dilakukan terus di kaki Jembatan Suramadu. SINDOnews/Aan Haryono
SURABAYA - Lonjakan penularan COVID-19 di Bangkalan terus naik. Tercatat para pengendara yang melintas di Jembatan Suramadu dan dilakukan rapid antigen hasilnya mencengangkan. Sebanyak 239 pengendara positif COVID-19, Kamis (10/6/2021).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sampai saat ini mencoba melindungi warga Kota Surabaya dan menekan kasus COVID-19 di Kota Pahlawan. Salah satunya dengan terus melakukan penyekatan di pintu keluar Suramadu sisi Surabaya. Bahkan, nyaris setiap hari dia memimpin langsung penyekatan dan tes rapid antigen di pos Suramadu itu.

Ia menuturkan, sejak dilakukan penyekatan dan rapid antigen pada Sabtu-Kamis ini, setidaknya sudah ada 13.735 pengendara yang dites rapid antigen. Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 13.496 yang hasilnya negatif, dan 239 yang hasilnya positif.

“Sampai dengan pukul 12.00 WIB, yang sudah dites Swab PCR sebanyak 574 orang, 441 diantaranya negatif dan 120 diantaranya positif. Terus masih ada 13 tes yang hasilnya belum keluar,” kata Eri.



Ia melanjutkan, bagi warga yang hasil tes swab PCR-nya positif, akan langsung dibawa ke rumah sakit penyangga sesuai arahan dari Gubernur Jawa Timur. Baca juga: COVID-19 di Bangkalan Menggila, Pemprov Jawa Timur Percepat Rujukan Pasien

Kemudian bagi yang masih menunggu hasil tes PCR-nya, sementara diarahkan ke Asrama Haji. “Rumah sakit penyangga sesuai arahan Bu Gubernur seperti ke Rumah Sakit Dr. Soetomo dan beberapa rumah sakit lainnya,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa sampai saat ini masih menunggu arahan dari Gubernur Jatim, Kapolda dan Pangdam V untuk melakukan penyekatan di satu titik.Ia memastikan, pihaknya siap mengikuti arahan dari Forkopimda Jatim itu. Sebab, bagaimana pun juga antara Surabaya dan Madura adalah keluarga besar yang tidak bisa dipisahkan satu dan yang lainnya.

“Insyallah kita siap lahir batih untuk membantu, karena ini demi kepentingan bersama. Insyallah nakes siap kita support dan juga antigennya kita siapkan. Jadi, kita akan mengikuti saja apa arahan Gubernur,” tegasnya. Baca juga: COVID-19 Mengganas di Bangkalan, Seorang Perawat Meninggal Usai Terpapar

Selain melakukan penyekatan di Suramadu atau di pintu masuk Surabaya, Eri juga memastikan saat ini pihaknya tengah fokus melakukan antisipasi di dalam kota.Sebab, dia tidak ingin ada peningkatan kasus di dalam kota. “Swab massal dan Swab Hunter di dalam kota terus kita lakukan, baik di permukiman warga dan keramaian masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pendataan kepada warga yang melakukan mobilitas di beberapa minggu terakhir ini. Hal ini dilakukan untuk deteksi dini sebaran COVID-19 di Surabaya.“Kalau ada warga Madura yang berkunjung ke Surabaya dan sebaliknya, kita lakukan tracing dan juga tes, termasuk tesnya itu ke pasar-pasar,” jelasnya.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top