Habiskan Anggaran Rp145 Miliar, RSUD Blitar Dinilai Masih Kalah Bersaing dengan Swasta
Senin, 07 Juni 2021 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
Pada bulan Mei ditempati 25 pasien. Sementara Kelas II di bulan yang sama (April) ditempati 6 pasien dan pada bulan Mei kosong. "Sedangkan Kelas I pada April dihuni 6 pasien dan Mei 7 pasien. Untuk VIP pada April dihuni 5 pasien dan Mei hanya 1 pasien," terang Medi. Melihat fasilitas yang dimiliki, Medi melihat tingkat kunjungan pasien ke RSUD Srengat masih minim.
Sebagian besar warga di Kecamatan Srengat, Wonodadi, Ponggok, Sanankulon dan Udanawu lebih memilih ke rumah sakit swasta. Sebagian lainnya lebih menyukai berobat ke RSUD dr Iskak Tulungagung.
Sementara saat berdirinya RSUD Srengat, Dinas Kesehatan mengklaim sebagai rumah sakit dengan fasilitas kesehatan paling lengkap dan canggih.
Diantaranya empat ruang operasi dengan tekhnologi tercanggih, yakni dilengkapi fasilitas Modular Operation Theatre semacam Operation Set atau dinding anti bakteri. Kemudian dijalankan oleh 200 tenaga kesehatan, mulai tujuh dokter spesialis, dokter umum dan perawat.
Selain itu mempunyai fasilitas pelayanan khusus COVID-19 yang terdiri empat kamar isolasi, dan mesin PCR untuk swab test. Sejak peluncuran, legislatif kata Medi berharap RSUD Srengat bakal menjadi rumah sakit andalan.
Apalagi anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan mencapai Rp145 miliar. Namun faktanya di lapangan belum sesuai harapan. Kekecewaan legislatif bertambah ketika melihat kondisi bangunan rumah sakit yang banyak dijumpai kerusakan.
Sebagian besar warga di Kecamatan Srengat, Wonodadi, Ponggok, Sanankulon dan Udanawu lebih memilih ke rumah sakit swasta. Sebagian lainnya lebih menyukai berobat ke RSUD dr Iskak Tulungagung.
Sementara saat berdirinya RSUD Srengat, Dinas Kesehatan mengklaim sebagai rumah sakit dengan fasilitas kesehatan paling lengkap dan canggih.
Diantaranya empat ruang operasi dengan tekhnologi tercanggih, yakni dilengkapi fasilitas Modular Operation Theatre semacam Operation Set atau dinding anti bakteri. Kemudian dijalankan oleh 200 tenaga kesehatan, mulai tujuh dokter spesialis, dokter umum dan perawat.
Selain itu mempunyai fasilitas pelayanan khusus COVID-19 yang terdiri empat kamar isolasi, dan mesin PCR untuk swab test. Sejak peluncuran, legislatif kata Medi berharap RSUD Srengat bakal menjadi rumah sakit andalan.
Apalagi anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan mencapai Rp145 miliar. Namun faktanya di lapangan belum sesuai harapan. Kekecewaan legislatif bertambah ketika melihat kondisi bangunan rumah sakit yang banyak dijumpai kerusakan.
Lihat Juga :