Kuliah Subuh Ustaz Das’ad Latif di Tenda ‘Arafah’ Masjid At Tabayyun Taman Villa Meruya
Minggu, 06 Juni 2021 - 10:34 WIB
loading...
A
A
A
Suling
Tausiyah Ustaz Das’ad di Tenda Masjid At Tabayyun adalah bagian dari program “Suling” atau Subuh Keliling yang dicanangkan sejak tiga tahun lalu. Program itu sempat terhenti karena pandemi, tapi beberapa bulan terakhir kembali dihidupkan. Suling di Tenda At Tabayyun adalah yang pertama di luar Makassar.
“Tausiyah subuh bagus sekali. Dainya masih fresh, jamaahnya pun juga. Masih segar otak dan badan kita untuk menerima ilmu,“ kata Ustaz Das’ad yang baru tiba di Jakarta semalam dari Semarang dan Solo.
Baca juga: Dakwah Syekh Maulana Ishaq, Mulai Bangun Masjid Hingga Gali Sumur
Tidak Bisa Memilih
Mengawali tausiyahnya, Das’ad menggambarkan kesulitan besar yang akan manusia di alam baqa nanti jika tak memiliki bekal amal-amal yang dirangkum dalam tiga sekawan tadi. Ketika manusia wafat dan dikuburkan hanya amal jariyahlah yang akan menemani dan menyelamatkannya. Tidak ada yang lain. Suka atau tidak, nyaman tidak nyaman, kita tidak punya kesempatan untuk mengelak atau menghindar. Begitu masuk kubur, hadapilah persoalan dengan bekal amalmu selama hidup di dunia.
Beda dengan keadaan di dunia. Seumpama kita selama ini tinggal di Kalimantan, kemudian bosan. Kita bisa memilih pindah ke Sulawesi, Sumatera atau Jawa. Di Jakarta kita kesal karena padat dan sering macet yang bikin stres kita bisa pilih pindah ke kampung yang lebih tenang.
Tausiyah Ustaz Das’ad di Tenda Masjid At Tabayyun adalah bagian dari program “Suling” atau Subuh Keliling yang dicanangkan sejak tiga tahun lalu. Program itu sempat terhenti karena pandemi, tapi beberapa bulan terakhir kembali dihidupkan. Suling di Tenda At Tabayyun adalah yang pertama di luar Makassar.
“Tausiyah subuh bagus sekali. Dainya masih fresh, jamaahnya pun juga. Masih segar otak dan badan kita untuk menerima ilmu,“ kata Ustaz Das’ad yang baru tiba di Jakarta semalam dari Semarang dan Solo.
Baca juga: Dakwah Syekh Maulana Ishaq, Mulai Bangun Masjid Hingga Gali Sumur
Tidak Bisa Memilih
Mengawali tausiyahnya, Das’ad menggambarkan kesulitan besar yang akan manusia di alam baqa nanti jika tak memiliki bekal amal-amal yang dirangkum dalam tiga sekawan tadi. Ketika manusia wafat dan dikuburkan hanya amal jariyahlah yang akan menemani dan menyelamatkannya. Tidak ada yang lain. Suka atau tidak, nyaman tidak nyaman, kita tidak punya kesempatan untuk mengelak atau menghindar. Begitu masuk kubur, hadapilah persoalan dengan bekal amalmu selama hidup di dunia.
Beda dengan keadaan di dunia. Seumpama kita selama ini tinggal di Kalimantan, kemudian bosan. Kita bisa memilih pindah ke Sulawesi, Sumatera atau Jawa. Di Jakarta kita kesal karena padat dan sering macet yang bikin stres kita bisa pilih pindah ke kampung yang lebih tenang.
Lihat Juga :