Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Kunjungan Wisatawan ke Lembang Lesu, Pengusaha Wisata Belum Bicara Untung

loading...
Kunjungan Wisatawan ke Lembang Lesu, Pengusaha Wisata Belum Bicara Untung
Sejumah wisatawan sedang menikmati liburan di salah satu objek wisata yang ada di kawasan Lembang, KBB. Pandemi COVID-19 masih jadi penyebab lesunya bisnis pariwisata meski kini sudah tidak ada peyekatan dan larangan untuk pergi ke luar daerah. Foto/Dok
BANDUNG BARAT - Sektor pariwisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih perlu waktu lama untuk kembali bergairah seperti sebelum terjadi COVID-19. Hal itu terlihat dari masih lesunya animo wisatawan yang datang ke berbagai objek wisata unggulan terutama di kawasan Lembang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, Heri Pratomo mengatakan, berdasarkan pantauannya sejumlah tempat wisata di Lembang masih belum banyak didatangi wisatawan. Memang ada pengunjung yang datang, namun jumlahnya tidak signifikan. Baca juga:Hasil Tracing, Positif COVID-19 Warga Cibogo Lembang Bertambah

"Meski penyekatan sudah tidak ada, dan sekarang weekend di tanggal muda, tapi wisatawan yang datang ke tempat wisata masih minim," kata Heri saat ditemui di The Lodge, Maribaya, Lembang, Sabtu (5/6/2021).

Diakuinya, untuk saat ini menjadi momen yang sangat berat bagi pelaku usaha wisata dalam menjalankan roda bisnisnya. Berbagai upaya yang dilakukan untuk bisa menarik kedatangan pengunjung masih terbentur dengan pandemi COVID-19 yang membuat masyarakat masih menahan diri untuk liburan.



"Ya memang susah, pandemi ini sulit diprediksi kapan berakhir. Pengelola wisata harus tetap berupaya survive, serta membuat wisatawan nyaman. Sebab untuk penerapan prokes kita yakin sudah sangat baik," imbuhnya.

Pemilik Terminal Wisata Grafika Cikole (TGWC) Lembang, Eko Suprianto mengatakan, saat ini kunjungan wisatawan secara umum masih di bawah 20 persen. Untuk bisa tetap bertahan di industri pariwisata, para pengusaha telah melakukan berbagai cara dalam menarik minat wisatawan.

"Sebagai pelaku wisata, kamisudah siap melayani wisatawan. Tapi kondisi perekonomian di Indonesia masih kurang baik karena pandemi COVID-19," ucapnya. Baca juga: Lampu Peringatan Menyala Merah, 16 Warga Satu RW di Cibogo Lembang Positif COVID-19

Dirinya berharap agar industri pariwisata bisa segera normal. Walaupun saat beberapa hari lalu mengikuti acara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di situ disebutkan bahwa sektor pariwisata diperkirakan baru akan pulih seperti dulu lagi yakni pada tahun 2024.

"Tetap bertahan di industri pariwisata dengan kondisi ini sangat berat, kalau tidak merugi, ya perusahaan tetap jalan saja, tidak muluk-muluk cari untung. Karena di kita kan ada pekerja dan pelaku UMKM yang menjual produknya," kata Eko yang juga menjabat Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) KBB.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top