Cerita Warga Maros 2 Kali Batal Ibadah Haji Usai 10 Tahun Menanti
Jum'at, 04 Juni 2021 - 23:03 WIB
loading...
Jamaah haji kloter I tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Agustus 2019 lalu. Tahun ini, Pemerintah Indonesia membatalkan pemberangkatan haji. Foto: SINDOnews/Maman Sukirman
A
A
A
MAROS - Kementerian Agama RI resmi membatalkan pemberangkatan calon jamaah haji ke tanah suci Mekah tahun 2021. Kebijakan ini diambil melalui berbagai pertimbangan, termasuk setelah menghadap Presiden Joko Widodo .
Di Kabupaten Maros, ada 310 orang calon jamaah haji yang batal berangkat ke Mekah.Salah satunya adalah Andi Yuliana Hatta.
Baca juga:598 Calon Jamaah Haji Kabupaten Gowa Batal ke Tanah Suci
Andi Yuliana mengaku sangat sedih mendengar kabar pembatalan itu. Betapa tidak, penantian panjangnya untuk berhaji tahun ini harus kembali tertunda.
"Pastinya kami sangat sedih, karena ini sudah kedua kalinya tertunda. Padahal, kami ini sudah menanti selama hampir 10 tahun untuk berangkat, tapi kembali tertunda tahun ini," katanya, Jumat (4/6).
Meski kecewa, Yuliana mengaku hanya bisa ikhlas. Walau bagaimanapun, kata dia, ibadah haji merupakan panggilan Tuhan yang tidak akan bisa ditentukan oleh siapapun.
"Kalau memang belum mendapat panggilan itu, yah pastinya kita tidak akan berangkat. Kami yakin ini sudah jadi kehendak Allah yang tidak bisa diganggu gugat. Kita pastinya ikhlas," sebutnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Maros , Muhammad Tonang mengaku akan menyosialisasikan kepada calon jamaah haji terkait pembatalan tersebut.
Di Kabupaten Maros, ada 310 orang calon jamaah haji yang batal berangkat ke Mekah.Salah satunya adalah Andi Yuliana Hatta.
Baca juga:598 Calon Jamaah Haji Kabupaten Gowa Batal ke Tanah Suci
Andi Yuliana mengaku sangat sedih mendengar kabar pembatalan itu. Betapa tidak, penantian panjangnya untuk berhaji tahun ini harus kembali tertunda.
"Pastinya kami sangat sedih, karena ini sudah kedua kalinya tertunda. Padahal, kami ini sudah menanti selama hampir 10 tahun untuk berangkat, tapi kembali tertunda tahun ini," katanya, Jumat (4/6).
Meski kecewa, Yuliana mengaku hanya bisa ikhlas. Walau bagaimanapun, kata dia, ibadah haji merupakan panggilan Tuhan yang tidak akan bisa ditentukan oleh siapapun.
"Kalau memang belum mendapat panggilan itu, yah pastinya kita tidak akan berangkat. Kami yakin ini sudah jadi kehendak Allah yang tidak bisa diganggu gugat. Kita pastinya ikhlas," sebutnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Maros , Muhammad Tonang mengaku akan menyosialisasikan kepada calon jamaah haji terkait pembatalan tersebut.
Lihat Juga :