Aktivis dan Ulama Dukung Wahidin Halim Berantas Korupsi di Banten
Jum'at, 04 Juni 2021 - 18:16 WIB
loading...
Kalangan aktivis dan ulama memberikan dukungan kepada Gubernur Banten Wahidin Halim untuk memberantas korupsi di lingkungan Pemprov Banten. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
SERANG - Kalangan aktivis dan ulama memberikan dukungan kepada Gubernur Banten Wahidin Halim untuk memberantas korupsi di lingkungan Pemprov Banten . Salah satu dukungan datang dari aktivis antikorupsi Rizwan Comrade.
"Saya mengamati dari tiga pengungkapan kasus korupsi yang belakangan ini ramai diperbincangkan. Jika dilihat dari alur pengungkapannya begitu ngalir tidak ada hambatan intervensi apapun. Ini menandakan ada sinergitas yang bagus antara gubernur sebagai kepala daerah dan Kejati Banten sebagai penegak hukum," katanya kepada wartawan, Jumat (4/6/2021).
Sinergitas pemimpin seperti inilah, menurut Rizwan, perlu mendapat dukungan dari semua pihak. Tujuannya agar korupsi di Banten bisa diberantas sampai ke akar-akarnya. Baca juga: 20 Pejabat Dinkes Banten yang Mundur Terancam Dipecat
"Kita bisa saksikan bersama bagaimana Kejati menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi hibah pondok pesantren. Itu seperti gayung bersambut, karena sebelumnya gubernur juga menginginkan pengungkapan kasus itu setelah mendapat informasi dari kalangan kyai," ujarnya.
Kemudian, pengungkapan kasus korupsi masker KN95 di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten. Ada narasi murka dari Gubernur ingin mengupas tuntas kasus tersebut. Itu bukan tanpa dasar. Sebab di tengah situasi 'perang' melawan pandemi Covid-19 ada oknum yang justru mencari untung untuk memperkaya diri sendiri.
"Kita semua masyarakat merasa terluka dengan kejadian ini, dan luka ini harus dibayar dengan ditangkapnya oknum-oknum tersebut," tandasnya.
"Saya mengamati dari tiga pengungkapan kasus korupsi yang belakangan ini ramai diperbincangkan. Jika dilihat dari alur pengungkapannya begitu ngalir tidak ada hambatan intervensi apapun. Ini menandakan ada sinergitas yang bagus antara gubernur sebagai kepala daerah dan Kejati Banten sebagai penegak hukum," katanya kepada wartawan, Jumat (4/6/2021).
Sinergitas pemimpin seperti inilah, menurut Rizwan, perlu mendapat dukungan dari semua pihak. Tujuannya agar korupsi di Banten bisa diberantas sampai ke akar-akarnya. Baca juga: 20 Pejabat Dinkes Banten yang Mundur Terancam Dipecat
"Kita bisa saksikan bersama bagaimana Kejati menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi hibah pondok pesantren. Itu seperti gayung bersambut, karena sebelumnya gubernur juga menginginkan pengungkapan kasus itu setelah mendapat informasi dari kalangan kyai," ujarnya.
Kemudian, pengungkapan kasus korupsi masker KN95 di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten. Ada narasi murka dari Gubernur ingin mengupas tuntas kasus tersebut. Itu bukan tanpa dasar. Sebab di tengah situasi 'perang' melawan pandemi Covid-19 ada oknum yang justru mencari untung untuk memperkaya diri sendiri.
"Kita semua masyarakat merasa terluka dengan kejadian ini, dan luka ini harus dibayar dengan ditangkapnya oknum-oknum tersebut," tandasnya.
Lihat Juga :