Kisah Polisi Tinggalkan Anak Istri saat Lebaran di Tengah Pandemi
Minggu, 24 Mei 2020 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
Ia mengaku kadang anaknya kecewa karena ditinggalkan sang ayah saat bertugas. "Kini tidak bisa merasakan momen makan opor ketupat dan sambel goreng bersama keluarga. Protes dan ungkapan kecewa dari anak dan juga istri menjadi hal yang wajar. Anak-anak sering bilang kangen sebagai ungkapan protes," katanya.
Namun, menurut dia, keluarganya sudah menyadari kondisi tersebut. Menjadi istri dari polisi risikonya harus siap dengan segala kondisi, terlebih saat corona seperti ini di mana saat warga lain diminta tetap di rumah, anggota Polri tetap harus bekerja di lapangan melayani masyarakat.
Pemerintah juga melarang abdi negara termasuk anggota Polri untuk mudik guna memutus mata rantai COVID-19, serta mengutamakan kesehatan bersama.
"Tetap tegar menjalani tugas karena apabila melihat kondisi masyarakat saat ini, sudah banyak saudara-saudara kita menjadi korban COVID-19. Maka kita harus bisa membatasi mobilitas kita sendiri guna memutus mata rantai COVID-19. Salah satunya, yaitu dengan tidak mudik," katanya.
Kondisi seperti ini memberikan hikmah tersendiri kepada setiap orang. Terlebih pandemi COVID-19 bertepatan dengan Ramadan dan Idul Fitri, dua bulan penting bagi Muslim. "Hikmah dari tidak bisa kumpul bersama keluarga, Lebaran tahun ini. Kita jadi lebih mawas diri dan meningkatkan Iman kita kepada Allah SWT. Karena semua yang terjadi atas kehendak Allah SWT. Semoga Pendemi segera berlalu dan dapat beraktifitas seperti semula," katanya.
Namun, menurut dia, keluarganya sudah menyadari kondisi tersebut. Menjadi istri dari polisi risikonya harus siap dengan segala kondisi, terlebih saat corona seperti ini di mana saat warga lain diminta tetap di rumah, anggota Polri tetap harus bekerja di lapangan melayani masyarakat.
Pemerintah juga melarang abdi negara termasuk anggota Polri untuk mudik guna memutus mata rantai COVID-19, serta mengutamakan kesehatan bersama.
"Tetap tegar menjalani tugas karena apabila melihat kondisi masyarakat saat ini, sudah banyak saudara-saudara kita menjadi korban COVID-19. Maka kita harus bisa membatasi mobilitas kita sendiri guna memutus mata rantai COVID-19. Salah satunya, yaitu dengan tidak mudik," katanya.
Kondisi seperti ini memberikan hikmah tersendiri kepada setiap orang. Terlebih pandemi COVID-19 bertepatan dengan Ramadan dan Idul Fitri, dua bulan penting bagi Muslim. "Hikmah dari tidak bisa kumpul bersama keluarga, Lebaran tahun ini. Kita jadi lebih mawas diri dan meningkatkan Iman kita kepada Allah SWT. Karena semua yang terjadi atas kehendak Allah SWT. Semoga Pendemi segera berlalu dan dapat beraktifitas seperti semula," katanya.
(abd)
Lihat Juga :