Menuju 100 Smart City Indonesia, Bima Arya Evaluasi Total Kota Bogor
Kamis, 03 Juni 2021 - 19:35 WIB
loading...
Wali Kota Bogor, Bima Arya, memberikan beberapa evaluasi terkait implementasi lapangan konsep Smart City Kota Bogor. SINDOnews/Haryudi
A
A
A
BOGOR - Wali Kota Bogor , Bima Arya, memberikan beberapa evaluasi terkait implementasi lapangan konsep Smart City Kota Bogor. Hal itu dilakukan untuk menuju 100 Smart City Indonesia tahap I.
"Ketika pertama kali tugas menjadi Wali Kota, kami langsung dihadapkan pada kompetensi dan berbagai macam forum Smart City yang ada di mana-mana, tidak hanya di Indonesia tapi konferensi internasional," ujar Bima Arya, Kamis (3/6/2021). (Baca juga; Pemkab Bogor Bersolek, Rp250 Miliar untuk Percantik Kawasan Cibinong Raya )
Bima Arya mengatakan, hari ini dirinya melihat ada kecenderungan kejenuhan akibat banyak hal yang tentu saja harus dikembalikan lagi semuanya pada spirit awalnya Smart City. Dia pun mengingatkan adanya tiga aspek penting Smart City, sebut saja efisien, transparansi, dan partisipasi.
"Smart City harus membawa pelayanan publik lebih efisien, Smart City juga harus membawa transparansi sehingga ada kontrol dari publik dalam setiap kegiatan, penggunaan APBD dan lainnya, ketiga aspek harus membuka ruang partisipasi dari pentahelix," jelasnya.
Bima Arya menuturkan, alumni psikologi membuat kajian kenapa Smart City stuck atau jalan di tempat di banyak daerah. Sebab, hanya bicara fisikal, kolaborasi tidak dibangun dan ini turut menjelaskan kenapa selama tujuh tahun e-surat tidak berjalan, padahal tujuh tahun lalu Telkom sudah menawarkan bantuan.
"Ketika pertama kali tugas menjadi Wali Kota, kami langsung dihadapkan pada kompetensi dan berbagai macam forum Smart City yang ada di mana-mana, tidak hanya di Indonesia tapi konferensi internasional," ujar Bima Arya, Kamis (3/6/2021). (Baca juga; Pemkab Bogor Bersolek, Rp250 Miliar untuk Percantik Kawasan Cibinong Raya )
Bima Arya mengatakan, hari ini dirinya melihat ada kecenderungan kejenuhan akibat banyak hal yang tentu saja harus dikembalikan lagi semuanya pada spirit awalnya Smart City. Dia pun mengingatkan adanya tiga aspek penting Smart City, sebut saja efisien, transparansi, dan partisipasi.
"Smart City harus membawa pelayanan publik lebih efisien, Smart City juga harus membawa transparansi sehingga ada kontrol dari publik dalam setiap kegiatan, penggunaan APBD dan lainnya, ketiga aspek harus membuka ruang partisipasi dari pentahelix," jelasnya.
Bima Arya menuturkan, alumni psikologi membuat kajian kenapa Smart City stuck atau jalan di tempat di banyak daerah. Sebab, hanya bicara fisikal, kolaborasi tidak dibangun dan ini turut menjelaskan kenapa selama tujuh tahun e-surat tidak berjalan, padahal tujuh tahun lalu Telkom sudah menawarkan bantuan.
Lihat Juga :