Warga Indragiri Hilir Resah, Buaya Ganas Berkeliaran Mangsa Kambing
Kamis, 03 Juni 2021 - 18:02 WIB
loading...
A
A
A
Setelah menerima laporan warga, BBKSDA Riau, melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat. Petugas BBKSDA Riau, juga datang dari Pekanbaru, untuk melakukan mitigasi di lokasi.
Berdasarkan keterangan dari penduduk, sudah 20 tahun tidak melihat buaya di sungai yang ada di wilayah desa tersebut. Makanya warga heran dengan kembalinya buaya yang sudah lama menghilang. "Tim melakukan observasi lokasi, dan telah ditemukan bekas cakaran di pinggir sungai," imbuhnya.
Baca juga: Teroris TPNPB-OPM Kembali Lakukan Aksi Penembakan Brutal, 1 Warga Puncak Tewas
Namun demikian, pihak berwenang meminta kepada warga tidak melukai atau menangkap buaya , karena buaya termasuk dalam spesies yang dilindungi. "Kita mengimbau kepada masyarakat, agar tidak membuang bangkai atau potongan ayam ke sungai. Hal ini berpotensi memancing satwa buaya mendekati pemukiman warga," imbuhnya.
Suharyono menjelaskan, kini buaya sudah digiring menjauh dari pemukiman. Namun diminta warga mengurangi aktivitas di sungai. "Upaya yang dilakukan untuk sementara dari warga setempat yaitu akan melaksanakan ritual adat, sebagai sistem kearifan lokal untuk mitigasi dari gangguan satwa liar ," ujarnya.
Berdasarkan keterangan dari penduduk, sudah 20 tahun tidak melihat buaya di sungai yang ada di wilayah desa tersebut. Makanya warga heran dengan kembalinya buaya yang sudah lama menghilang. "Tim melakukan observasi lokasi, dan telah ditemukan bekas cakaran di pinggir sungai," imbuhnya.
Baca juga: Teroris TPNPB-OPM Kembali Lakukan Aksi Penembakan Brutal, 1 Warga Puncak Tewas
Namun demikian, pihak berwenang meminta kepada warga tidak melukai atau menangkap buaya , karena buaya termasuk dalam spesies yang dilindungi. "Kita mengimbau kepada masyarakat, agar tidak membuang bangkai atau potongan ayam ke sungai. Hal ini berpotensi memancing satwa buaya mendekati pemukiman warga," imbuhnya.
Suharyono menjelaskan, kini buaya sudah digiring menjauh dari pemukiman. Namun diminta warga mengurangi aktivitas di sungai. "Upaya yang dilakukan untuk sementara dari warga setempat yaitu akan melaksanakan ritual adat, sebagai sistem kearifan lokal untuk mitigasi dari gangguan satwa liar ," ujarnya.
(eyt)
Lihat Juga :