Kasus COVID-19 Melonjak, Ridwan Kamil: Jabar Siaga I
Senin, 31 Mei 2021 - 18:44 WIB
loading...
A
A
A
"Kenaikan ukurannya BOR, kalau sampai 10 persen itu ada lonjakan. Ini imbas dari libur dan mudik yang bocor yang sudah kita upayakan. Mudah-mudahan jadi pembelajaran," ujar Kang Emil melanjutkan.
Bahkan, Kang Emil mengungkapkan, ada beberapa rs rujukan COVID-19 di Jabar tingkat BOR-nya sudah melebihi ambang batas yang mencapai 70% hingga 90% seperti RS Al-Ihsan, RS Immanuel, dan RS Santosa di Kota Bandung.
Kang Emil meminta, RS rujukan COVID-19 yang tingkat BOR-nya sudah di atas 70% segera menyiapkan kamar perawatan dengan mengubah kamar perawatan penyakit umum untuk pasien COVID-19.
Di sisi lain, Kang Emil juga menyinggung beberapa daerah yang kasusnya selalu tinggi dengan tingkat kesembuhan rendah, di antaranya Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Garut.
Dia meminta Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 di daerah tersebut melakukan evaluasi, apakah penularan kurang terantisipasi atau distribusi obatnya tak maksimal.
"Karena (daerah) yang lain kasus aktifnya 10 persen, tapi di Kabupaten Cianjur 49 persen, Kabupaten Bogor 47 persen, Kabupaten Garut 27 persen. Saya kira ini sangat tinggi sekali. Rabu saya perintahkan Pak Sekda dan jajaran untuk melakukan antisipasi dan koreksi," tegasnya.
Bahkan, Kang Emil mengungkapkan, ada beberapa rs rujukan COVID-19 di Jabar tingkat BOR-nya sudah melebihi ambang batas yang mencapai 70% hingga 90% seperti RS Al-Ihsan, RS Immanuel, dan RS Santosa di Kota Bandung.
Kang Emil meminta, RS rujukan COVID-19 yang tingkat BOR-nya sudah di atas 70% segera menyiapkan kamar perawatan dengan mengubah kamar perawatan penyakit umum untuk pasien COVID-19.
Di sisi lain, Kang Emil juga menyinggung beberapa daerah yang kasusnya selalu tinggi dengan tingkat kesembuhan rendah, di antaranya Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Garut.
Dia meminta Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 di daerah tersebut melakukan evaluasi, apakah penularan kurang terantisipasi atau distribusi obatnya tak maksimal.
"Karena (daerah) yang lain kasus aktifnya 10 persen, tapi di Kabupaten Cianjur 49 persen, Kabupaten Bogor 47 persen, Kabupaten Garut 27 persen. Saya kira ini sangat tinggi sekali. Rabu saya perintahkan Pak Sekda dan jajaran untuk melakukan antisipasi dan koreksi," tegasnya.
Lihat Juga :