Bekasi Punya 11 Kawasan Industri dan 7.600 Perusahaan tapi Pengangguran Tinggi, ASPHRI Siap Bantu
Sabtu, 29 Mei 2021 - 15:34 WIB
loading...
A
A
A
Terkait peran HR di perusahaan, dia juga meminta anggotanya agar mampu menjalankan aturan dari pemerintah ke pengusaha dan pekerja. ”HR mesti mengakomodir kepentingan pengusaha dan pekerja, seimbang, mewakil pengusaha, dan menyerap aspirasi pekerja yang sesuai ketentuan undang-undang,” ungkapnya.
Terkait kegiatan Munas, Yosminaldi menyebut ada 3 agenda, yakni penetapan ketua umum masa bakti 2021-2023, perubahan AD/ART, dan rekomendasi organisasi. ”Ada sepuluh rekomendasi yang kami berikan ke pemerintah, pengusaha dan pekerja, berkaitan dengan kondisi hubungan industrial saat ini, diantaranya soal pemagangan, upah, tenaga kerja asing dan sebagainya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Suhup mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Yosminaldi sebagai Ketua ASPHRI. Untuk itu, dia meminta ASPHRI menjadi jembatan dengan pemerintah. ”Tentunya dengan adanya kerja sama ini, peluang lowongan kerja di setiap perusahaan bisa terbuka, dan kerja sama ini yang kami minta dengan ASPHRI,” katanya.
Menurut dia, permasalahan yang ada di DKI Jakarta hampir sama dengan wilayah Bekasi. Apalagi potensi tenaga kerja di Bekasi sangat besar. Bayangkan, di Kabupaten Bekasi terdapat 11 Kawasan Industri dan 7.600 perusahaan. ”Ketika mengadakan munas di sini sangat tepat. Banyak juga permasalahan tenaga kerja di Bekasi, jadi hal ini bisa pembahasan kita semua,” ucapnya.
Saat ini, kata dia, Kabupaten Bekasi menyimpan pengangguran tertinggi di wilayah Jawa Barat. Sebelumnya 8,04 persen, setelah pandemi Corona ini naik menjadi 11 persen. Apalagi, sebelumnya perusahaan industri bisa memproduksi angkatan kerja hamper 11 ribu setiap tahunya. ”Sekarang malah terhenti akibat wabah corona,” tegasnya.
Terkait kegiatan Munas, Yosminaldi menyebut ada 3 agenda, yakni penetapan ketua umum masa bakti 2021-2023, perubahan AD/ART, dan rekomendasi organisasi. ”Ada sepuluh rekomendasi yang kami berikan ke pemerintah, pengusaha dan pekerja, berkaitan dengan kondisi hubungan industrial saat ini, diantaranya soal pemagangan, upah, tenaga kerja asing dan sebagainya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Suhup mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Yosminaldi sebagai Ketua ASPHRI. Untuk itu, dia meminta ASPHRI menjadi jembatan dengan pemerintah. ”Tentunya dengan adanya kerja sama ini, peluang lowongan kerja di setiap perusahaan bisa terbuka, dan kerja sama ini yang kami minta dengan ASPHRI,” katanya.
Menurut dia, permasalahan yang ada di DKI Jakarta hampir sama dengan wilayah Bekasi. Apalagi potensi tenaga kerja di Bekasi sangat besar. Bayangkan, di Kabupaten Bekasi terdapat 11 Kawasan Industri dan 7.600 perusahaan. ”Ketika mengadakan munas di sini sangat tepat. Banyak juga permasalahan tenaga kerja di Bekasi, jadi hal ini bisa pembahasan kita semua,” ucapnya.
Saat ini, kata dia, Kabupaten Bekasi menyimpan pengangguran tertinggi di wilayah Jawa Barat. Sebelumnya 8,04 persen, setelah pandemi Corona ini naik menjadi 11 persen. Apalagi, sebelumnya perusahaan industri bisa memproduksi angkatan kerja hamper 11 ribu setiap tahunya. ”Sekarang malah terhenti akibat wabah corona,” tegasnya.
(thm)
Lihat Juga :