Titik Air Mata Wali Kota Malang dan Perawat COVID-19 di Malam Takbiran
Minggu, 24 Mei 2020 - 01:56 WIB
loading...
A
A
A
Di antara getar suara yang dipenuhi rasa sesak akan kerinduan pada keluarga. Dia tetap berusaha sekuat tenaga dan hati melantunkan takbir ditemani Wali Kota Malang, Sutiaji.
Ya, di malam yang pekat menuju pagi itu, Sutiaji sengaja menyapa para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan penanganan COVID-19 di Kota Malang, untuk takbir bersama secara daring menyambut hari kemenangan yang fitri 1 Syawal 1441 H.
Dian telah tiga bulan ini harus terpisah dengan keluarganya, karena harus menjalankan misi kemanusiaan merawat pasien COVID-19. Rasa gundah dan kesedihan yang selama ini terpendam, tertumpah bersama tetes air matanya saat disapa sang wali kota.
"Pak Wali, kami sudah mengikhlaskan diri dalam tugas hingga tidak bisa bertemu keluarga. Namun yang membuat kami sedih sekaligus kecewa, karena masih melihat masyarakat yang tidak patuh imbauan pemerintah," ungkapnya.
(Baca juga: Sambut Lebaran, Jumlah Positif COVID-19 Jatim Bertambah 466 )
"Lebih-lebih mereka beraktivitas seakan tidak ada virus di tengah mereka. Padahal setiap hari kami di sini (rumah sakit) melihat pasien terus bertambah dari berbagai daerah. Sehingga ada yang harusnya sudah membaik, menjadi tidak segera sembuh. Di luar seakan tidak ada apa-apa, padahal di dalam makin berat," imbuh Dian.
"Yang menakutkan adalah Orang Tanpa Gejala (OTG), Pak Wali. Baik yang masuk ke rumah sakit maupun yang ada di luaran sana. Jadi kami berharap masyarakat dapat membantu, jangan jadikan kekecewaan ini terus menumpuk, yang akhirnya kami patah harap," tutur Dian, yang membuat Sutiaji jadi terharu.
Ya, di malam yang pekat menuju pagi itu, Sutiaji sengaja menyapa para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan penanganan COVID-19 di Kota Malang, untuk takbir bersama secara daring menyambut hari kemenangan yang fitri 1 Syawal 1441 H.
Dian telah tiga bulan ini harus terpisah dengan keluarganya, karena harus menjalankan misi kemanusiaan merawat pasien COVID-19. Rasa gundah dan kesedihan yang selama ini terpendam, tertumpah bersama tetes air matanya saat disapa sang wali kota.
"Pak Wali, kami sudah mengikhlaskan diri dalam tugas hingga tidak bisa bertemu keluarga. Namun yang membuat kami sedih sekaligus kecewa, karena masih melihat masyarakat yang tidak patuh imbauan pemerintah," ungkapnya.
(Baca juga: Sambut Lebaran, Jumlah Positif COVID-19 Jatim Bertambah 466 )
"Lebih-lebih mereka beraktivitas seakan tidak ada virus di tengah mereka. Padahal setiap hari kami di sini (rumah sakit) melihat pasien terus bertambah dari berbagai daerah. Sehingga ada yang harusnya sudah membaik, menjadi tidak segera sembuh. Di luar seakan tidak ada apa-apa, padahal di dalam makin berat," imbuh Dian.
"Yang menakutkan adalah Orang Tanpa Gejala (OTG), Pak Wali. Baik yang masuk ke rumah sakit maupun yang ada di luaran sana. Jadi kami berharap masyarakat dapat membantu, jangan jadikan kekecewaan ini terus menumpuk, yang akhirnya kami patah harap," tutur Dian, yang membuat Sutiaji jadi terharu.
Lihat Juga :