Tunggak Utang Rp7 M, Layanan di RSUD Ryacudu Lampung Utara Tersendat
Sabtu, 29 Mei 2021 - 06:47 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Sri Haryati, pihaknya terpaksa berpikir keras bagaimana obat-obatan dan sejenisnya dapat tersedia meski terbilang jauh dari kata mencukupi. Kebijakan yang telah diambilnya adalah mengangsur utang tersebut sebesar Rp1 miliar kepada sembilan penyedia. "Jelang lebaran kemarin, persediaan obat sudah sedikit dan harus kembali mencicilnya lagi, supaya dapat persediaan obat," kata dia.
Baca juga: Aksi Kekerasan Masih Mendera Bumi Cenderawasih, Kapolda Papua: Dialog Penyelesainnya
Dia menjelaskan, besaran pendapatan yang tidak sebanding dengan besaran utang , membuat rumah sakit yang dipimpinnya tak dapat memberikan pelayanan maksimal pada para pasien. Besaran pendapatan juga jauh dari kata ideal, jika dibandingkan dengan perkiraan pengeluaran maksimal yang harus dikeluarkan tiap bulannya oleh RSUD. "Idealnya, pendapatan RSUD itu sebesar Rp3 miliar, karena itulah besaran biaya maksimal yang harus dikeluarkan oleh kami," jelasnya.
Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Mayjend HM Ryacudu, Sri Andini menambahkan, pihak manajemen RSUD telah berupaya meminta bantuan dari Pemkab Lampung Utara, untuk mengatasi persoalan itu. Tanpa bantuan pemerintah maka pelayanan rumah sakit akan terus terseok-seok. "Pemkab siap membantu, akan tetapi mesti menunggu hasil audit dari Inspektorat atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dulu. Sedangkan, kebutuhan sudah sangat mendesak," tutur dia.
Baca juga: Aksi Kekerasan Masih Mendera Bumi Cenderawasih, Kapolda Papua: Dialog Penyelesainnya
Dia menjelaskan, besaran pendapatan yang tidak sebanding dengan besaran utang , membuat rumah sakit yang dipimpinnya tak dapat memberikan pelayanan maksimal pada para pasien. Besaran pendapatan juga jauh dari kata ideal, jika dibandingkan dengan perkiraan pengeluaran maksimal yang harus dikeluarkan tiap bulannya oleh RSUD. "Idealnya, pendapatan RSUD itu sebesar Rp3 miliar, karena itulah besaran biaya maksimal yang harus dikeluarkan oleh kami," jelasnya.
Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Mayjend HM Ryacudu, Sri Andini menambahkan, pihak manajemen RSUD telah berupaya meminta bantuan dari Pemkab Lampung Utara, untuk mengatasi persoalan itu. Tanpa bantuan pemerintah maka pelayanan rumah sakit akan terus terseok-seok. "Pemkab siap membantu, akan tetapi mesti menunggu hasil audit dari Inspektorat atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dulu. Sedangkan, kebutuhan sudah sangat mendesak," tutur dia.
(eyt)
Lihat Juga :