Lokasi Teridentifikasi, Pasukan Khusus TNI Polri Terus Memburu 9 Kelompok Teroris di Papua

Rabu, 26 Mei 2021 - 17:40 WIB
loading...
Lokasi Teridentifikasi,...
Pasukan khusus TNI-Polri terus memburu sembilan Kelompok Teroris Papua atau dikenal dengan nama Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM). Foto ilustrasi/Satgas Nemangkawi
A A A
ILAGA - Pasukan khusus TNI-Polri terus memburu sembilan Kelompok Teroris Papua atau dikenal dengan nama Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM). Ke-sembilan kelompok teroris OPM ini intens melakukan penyerangan dan kekerasan bersenjata di Papua.

Dimana sayap militer OPM tersebut telah menewaskan warga sipil dan aparat keamanan TNI Polri beberapa waktu terakhir.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri mengatakan setidaknya ada sembilan kelompok teroris bersenjata yang menjadi target operasi pihak keamanan Indonesia.

“Total anggota kelompok teroris ini berjumlah 150 orang dengan membawa sebanyak 70 pucuk senjata api organik yang merupakan rampasan dari TNI Polri serta penyeludupan senjata api ke kelompok tersebut,” kata Kapolda Papua.

Baca : Kontak Tembak dengan Pasukan TNI-Polri di Ilaga Papua, 1 KKB Pimpinan Lekagak Telenggen Tewas

Kelompok teroris saat ini tengah bergabung di wilayah Ilaga Kabupaten Puncak, Papua di lokasi persembunyian yang telah diidentifikasi oleh aparat keamanan termasuk pimpinan pimpinan dari kelompok tersebut.

“Kelompok teroris bersenjata itu berasal dari beberapa wilayah di Papua khususnya di wilayah Pegunungan Tengah Papua,” timpalnya.

Kapolda menambahkan dalam operasi penegakan hukum terhadap kelompok teroris bersenjata di wilayah Pegunungan Tengah Papua. Pihak Pasukan TNI Polri telah memisahkan warga masyarakat dari kelompok teroris tersebut dengan melakukan penegakan hukum terhadap kelompok tersebut secara tegas dan terukur.

Dalam perburuan kelompok teroris bersenjata di wilayah Pegunungan Tengah Papua aparat keamanan mengalami beberapa kendala diantaranya terhalang medan lokasi persembunyian pelaku yang berada di pengunungan hingga hutan belantara.

“Mereka bersembunyi di medan yang luas untuk dapat menyembunyikan jejak mereka. Walau terhalang medan yang berat semangat pasukan gabungan TNI-Polri terus meningkat untuk menumpas gerakan teroris bersenjata tersebut yang awalnya merupakan kelompok separatis dengan tujuan utama ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, “ katanya.

Pola pendekatan kemanusiaan cinta kasih, kata dia, juga dilaksanakan pasukan gabungan TNI Polri dengan melakukan pendekatan terhadap warga Papua di Wilayah Pegunungan Tengah.

“Situasi damai di bumi cenderawasih yang kian hari kian mahal ditemui diharapkan dapat segera kembali kondusif agar pembangunan di wilayah Provinsi Papua dapat berjalan dengan baik bagi kesejahteraan warga Papua,” ujarnya.

Baca: Prajurit TNI Ditembaki di Pegunungan Bintang, Satgas TNI-Polri Kejar KKB Ngalum Kupel

Sementara Kapen Kogabwilhan Kol Czi IGN Suriastawa mengatakan, setelah keluar instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengejar dan menangkap seluruh anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) pasukan TNI dibawah koordinasi Kogabwilhan III telah disiagakan bersama pihak Kepolisian untuk memburu kelompok teroris OPM tersebut.

"Ya pasukan telah disiagakan untuk membantu pihak Kepolisian menyisir dan memburu KKB atau Kelompok Teroris Papua," kata Kol Czi IG Suriastawa beberapa waktu lalu kepada SINDOnews.

Berdasarkan informasi yang diterima SINDOnews banyak Satuan Khusus yang ditugaskan atau di Bawah Kendali Operasi (BKO)-kan dibawah koordinasi Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III. Satuan satuan khusus tersebut diantaranya, Satgas Nanggala, Satgas Pinang Sirih, Cakra dan sejumlah Satuan Raider.
(sms)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
Anggota KKB Pelaku Pembakaran...
Anggota KKB Pelaku Pembakaran Perumahan Pemkab dan Penembakan Pesawat Ditangkap
Dana Otsus Papua 2026...
Dana Otsus Papua 2026 Capai Rp12,69 Triliun, Wempi Wetipo: Saatnya Evaluasi Menyeluruh
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Rekomendasi
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Infografis
Pasukan Khusus Inggris...
Pasukan Khusus Inggris Diam-diam Beroperasi di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved