Ridwan Kamil Sebut Pendamping Posyandu Berkontribusi Besar Wujudkan Indonesia Emas 2045
Selasa, 25 Mei 2021 - 13:17 WIB
loading...
A
A
A
Bantuan keuangan tersebut diberikan untuk menjaga performa posyandu dalam memberikan layanan dasar kesehatan kepada masyarakat.
Selain itu, Pemda Provinsi Jabar memberikan bantuan keuangan sebesar Rp26,9 miliar untuk membantu operasional 27 pokjanal (kelompok kerja operasional) posyandu kabupaten/kota, 627 operasional pokjanal posyandu kecamatan, 645 pokja kelurahan, dan operasional 10.194 posyandu kelurahan.
"Hari ini kita mulai sebuah proses yang sudah lengkap, yaitu pemberian hibah untuk lebih dari lima ribuan posyandu se-Jabar, kepada 300.000 kader posyandu yang tersebar. Ada hibah Rp78,5 miliar untuk kader dan Rp26,9 miliar untuk kabupaten/kota sebagai pembina posyandu se-Jabar," paparnya.
"Saya titipkan bahwa definisi Jabar Juara itu SDM-nya harus memiliki empat nilai. Fisiknya sehat, otaknya cerdas, berahlakul karimah, dan rajin ibadah," tambah Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu.
Kang Emil juga menuturkan, selain menciptakan SDM yang memiliki fisik yang sehat, pendamping posyandu juga berperan penting dalam menekan angka kasus stunting di Jabar.
"Kedua, saya titip stunting Jabar harus minim. Dari 30 persen di awal jabatan, sekarang sudah 26 persen dan terus sampai suatu hari nol stunting," ungkapnya.
Selain itu, Pemda Provinsi Jabar memberikan bantuan keuangan sebesar Rp26,9 miliar untuk membantu operasional 27 pokjanal (kelompok kerja operasional) posyandu kabupaten/kota, 627 operasional pokjanal posyandu kecamatan, 645 pokja kelurahan, dan operasional 10.194 posyandu kelurahan.
"Hari ini kita mulai sebuah proses yang sudah lengkap, yaitu pemberian hibah untuk lebih dari lima ribuan posyandu se-Jabar, kepada 300.000 kader posyandu yang tersebar. Ada hibah Rp78,5 miliar untuk kader dan Rp26,9 miliar untuk kabupaten/kota sebagai pembina posyandu se-Jabar," paparnya.
"Saya titipkan bahwa definisi Jabar Juara itu SDM-nya harus memiliki empat nilai. Fisiknya sehat, otaknya cerdas, berahlakul karimah, dan rajin ibadah," tambah Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu.
Kang Emil juga menuturkan, selain menciptakan SDM yang memiliki fisik yang sehat, pendamping posyandu juga berperan penting dalam menekan angka kasus stunting di Jabar.
"Kedua, saya titip stunting Jabar harus minim. Dari 30 persen di awal jabatan, sekarang sudah 26 persen dan terus sampai suatu hari nol stunting," ungkapnya.
Lihat Juga :