Viral, Rombongan Harley Davidson Asyik Tamasya di Lombok Saat Ada Penyekatan
Minggu, 23 Mei 2021 - 17:52 WIB
loading...
A
A
A
Aksi para pemotor gede itu, menjadi sorotan sejumlah kalangan. Salah satunya yakni dari kalangan pemerhati wisata Lombok Tengah, Mawardi. Ia menilai bahwa sikap Kapolres Lombok Tengah, dan Kapolsek Kuta, sangatlah berlebihan kepada pihaknya di wilayah selatan. Sampai-sampai warga setempat pun distop untuk masuk di wilayah Pantai Kuta.
"Tapi pada Sabtu (22/5/2021) kemarin kok bisa ada masyarakat dari luar daerah diizinkan masuk dengan bebas sekalipun itu sebentar?," tanya Roby sapaan akrab pria berewok ini. Baca juga: Viral Video Gadis Cantik Berhijab Kemudikan Truk Bergoyang Tabrak Gerbang Tol Madiun
Ketua Perserikatan BUMDes Indonesia (PBI) Lombok Tengah ini pun melihat, ada kebijakan yang tidak adil kepada masyarakat Pujut. Seperti ada perlakukan berbeda antara para pemotor gede itu dengan masyarakat. "Terus terang saja, kami sangat kecewa dengan diizinkannya para pemotor gede ini masuk ke wilayah Pantai Selatan, dalam hal ini ke Pantai Kuta," akunya.
Diakui pria asal Desa Tumpak ini, bahwa di Pantai Mawun saja kemarin hampir orang-orang yang biasa sebagai nelayan dihentikan untuk masuk. Itu menurutnya keterlaluan dan berlebihan. Apalagi orang-orang yang benar-benar ingin menikmati keindahan pantainya sendiri.
Makanya, sejak awal dirinya berdoa semoga aturan-aturan ini segera dicabut dan COVID-19 segera berlalu. "Kami di sini sebenarnya dalam keadaan mati suri, pedagang-pedagang kecil semua sudah gulung tikar gara-gara penyekatan yang berlebihan," terangnya.
"Ini mah bukan penyekatan lagi namanya, tapi penutupan total. Karena awalnya keluar aturan penyekatan, tapi apa yang terjadi saat ini, semua di tutup total," kesal pentolan Lembaga Forum Analisis Kebijakan untuk Rakyat (FAKTA) RI ini. Baca juga: Simalungun Gempar, Minggu Pagi Kobaran Api Melalap Pemukiman Penduduk Hutabayu Raja
Lalu Sandika Irwan, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Lombok Tengah juga mengatakan, dirinya masih menggali informasi dulu terkait video viral klub motor gede di Pantai Mandalika itu sama pihak ITDC. Agar tidak bias dan liar informasinya.
"Tapi pada Sabtu (22/5/2021) kemarin kok bisa ada masyarakat dari luar daerah diizinkan masuk dengan bebas sekalipun itu sebentar?," tanya Roby sapaan akrab pria berewok ini. Baca juga: Viral Video Gadis Cantik Berhijab Kemudikan Truk Bergoyang Tabrak Gerbang Tol Madiun
Ketua Perserikatan BUMDes Indonesia (PBI) Lombok Tengah ini pun melihat, ada kebijakan yang tidak adil kepada masyarakat Pujut. Seperti ada perlakukan berbeda antara para pemotor gede itu dengan masyarakat. "Terus terang saja, kami sangat kecewa dengan diizinkannya para pemotor gede ini masuk ke wilayah Pantai Selatan, dalam hal ini ke Pantai Kuta," akunya.
Diakui pria asal Desa Tumpak ini, bahwa di Pantai Mawun saja kemarin hampir orang-orang yang biasa sebagai nelayan dihentikan untuk masuk. Itu menurutnya keterlaluan dan berlebihan. Apalagi orang-orang yang benar-benar ingin menikmati keindahan pantainya sendiri.
Makanya, sejak awal dirinya berdoa semoga aturan-aturan ini segera dicabut dan COVID-19 segera berlalu. "Kami di sini sebenarnya dalam keadaan mati suri, pedagang-pedagang kecil semua sudah gulung tikar gara-gara penyekatan yang berlebihan," terangnya.
"Ini mah bukan penyekatan lagi namanya, tapi penutupan total. Karena awalnya keluar aturan penyekatan, tapi apa yang terjadi saat ini, semua di tutup total," kesal pentolan Lembaga Forum Analisis Kebijakan untuk Rakyat (FAKTA) RI ini. Baca juga: Simalungun Gempar, Minggu Pagi Kobaran Api Melalap Pemukiman Penduduk Hutabayu Raja
Lalu Sandika Irwan, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Lombok Tengah juga mengatakan, dirinya masih menggali informasi dulu terkait video viral klub motor gede di Pantai Mandalika itu sama pihak ITDC. Agar tidak bias dan liar informasinya.
Lihat Juga :