Jadi Kontrol Sosial, P4KBB Minta Plt Bupati Tuntaskan Janji Politik Saat Kampanye

Sabtu, 22 Mei 2021 - 17:21 WIB
loading...
Jadi Kontrol Sosial,...
Deklarasi Paguyuban Pejuang Pemekaran Peduli Kabupaten Bandung Barat (P4KBB), dihadiri oleh tokoh masyarakat, pejuang pemekaran, akademisi, dan mantan birokrat sebagai bentuk keprihatinan atas apa yang sedang terjadi di KBB, Sabtu (22/5/2021). Foto/MPI/Ad
A A A
BANDUNG BARAT - Sejumlah tokoh masyarakat, pejuang pemekaran, akademisi, dan mantan pejabat di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendeklarasikan Paguyuban Pejuang Pemekaran Peduli Kabupaten Bandung Barat (P4KBB), Sabtu (22/5/2021).

Deklarasi ini sebagai respons dari keprihatinan para pendiri, tokoh pemekaran, dan masyarakat atas kondisi KBB. Serta sebagai sosial kontrol terhadap jalannya pemerintahan baik di eksekutif maupun legislatif.

"P4KBB lahir karena melihat perkembangan KBB sebagai daerah otonom yang masih sangat jauh dari cita-cita pemekaran," kata Ketua P4KBB, Jacob Anwar Lewi kepada wartawan.

Baca juga: Bangkalan Gempar! Anggota DPRD Fraksi Gerindra Diduga Terlibat Penembakan Warga Hingga Tewas

Dia menilai, dua Bupati KBB yang dijadikan tersangka oleh KPK menjadi catatan kelam perjalanan sejarah KBB usai dimekarkan dari Kabupaten Bandung. Itu terjadi karena ada disorientasi kepemimpinan, dimana jabatan bukan dianggap sebagai amanah tapi ajang untuk memperkaya diri dan keluarga.

P4KBB juga mengingatkan agar Plt Bupati Hengki Kurniawan tidak membuat kebijakan yang membuat gaduh. Termasuk merubah jargon KBB Lumpaaat menjadi Berkah. Teruskan visi misi AKUR sesuai janji politik ketika masa kampanye. Sebab itu harus dipertanggungjawabkan ke masyarakat di akhir masa jabatan lima tahun nanti.

"Jangan sampai kekecewaan masyarakat memuncak yang berujung mosi tidak percaya kepada pemerintah daerah. Di sinilah P4KBB hadir sebagai sosial kontrol dan penyeimbang, untuk memberikan kritik dan saran ke pemerintah," tegasnya.

Baca juga: Sejak COVID-19 Muncul, 186 Warga Cilame Pernah Merasakan Terpapar

Tokoh pendiri KBB yang juga Dewan Penasehat P4KBb, Panji Tirtayasa mengaku sedih melihat kondisi KBB saat ini. Perjuangan KBB yang sudah dimulai sejak tahun 1996 dan akhirnya terwujud di 2007 tidak mudah. Sehingga sangat disayangkan ketika sudah berdiri namun justru banyak persoalan hukum yang menjeratnya.

Kesalahan itu bukan hanya semata-mata di eksekutif, legislatif juga punya peran karena pengawasan yang dilakukan tidak maksimal. Pemerintah harus membaca apa yang diinginkan masyarakat. Rumuskan pembangunan berdasarkan permasalahan dan kebutuhan. Sebab dirinya melihat sejak KBB dimekarkan tidak ada perubahan di wilayah selatan.

"KBB bukan warisan, bukan hadiah, tapi hasil perjuangan rakyat, makanya ketika ada musibah kami sangat kecewa berat. Jangan sampai kejadian ketiga kalinya bupati KBB ditangkap KPK, itu akan sangat memalukan," ucapnya.

Deklarasi P4KBB ini dihadiri oleh sejumlah tokoh di KBB, seperti Wakil Bupati KBB periode 2008-2013, tokoh akademisi Djamu Kertabudi, Ketua dan Wakil Ketua DPRD KBB, serta Plt Bupati Bandung Barat. Disampaikan pula sejumlah pernyataan sikap dari perwakilan masyarakat di 16 kecamatan kepada Pemda KBB.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
83 Kantong Jenazah Dievakuasi...
83 Kantong Jenazah Dievakuasi dari Lokasi Longsor Bandung Barat, Pencarian Dilanjutkan
Tinjau Korban Longsor...
Tinjau Korban Longsor di Cisarua, Stafsus Menag: Bagian dari Traumatic Healing
Hari Kedelapan Operasi...
Hari Kedelapan Operasi SAR Longsor Bandung Barat, Total 70 Kantong Jenazah Dievakuasi
Update Pencarian Korban...
Update Pencarian Korban Longsor Bandung Barat, Tim SAR Evakuasi 7 Kantong Jenazah
5 Jenazah Korban Longsor...
5 Jenazah Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Ditemukan, Total 60 Korban
Tim DVI Berhasil Identifikasi...
Tim DVI Berhasil Identifikasi 20 Jenazah Korban Longsor Cisarua
Pimpinan hingga Deputi...
Pimpinan hingga Deputi Dilaporkan ke Dewan Pengawas, KPK: Bagian dari Kontrol Publik
Update Longsor Cisarua...
Update Longsor Cisarua Bandung Barat: 42 Kantong Jenazah Ditemukan Tim SAR
Tragedi Latihan Pratugas:...
Tragedi Latihan Pratugas: 23 Marinir Gugur dalam Longsor Cisarua Bandung Barat
Rekomendasi
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
Bos Meta Minta Maaf...
Bos Meta Minta Maaf ke Orangtua yang Anaknya Jadi Korban Medsos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved