Aliran Sesat Gemparkan Cianjur, Anggotanya Tak Diwajibkan Salat dan Puasa
Sabtu, 22 Mei 2021 - 11:33 WIB
loading...
A
A
A
“Anggota yang terindikasi langsung ada 9 orang. Namun dikhawatirkan ada lingkungan atau bagian dari keluarganya yang ikut. Jadi masing keluarga ikut hadir,” katanya, Sabtu (22/5/2021).
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bojong, KH Aceng Ja’far Sodiq menuturkan, meski membuat resah warganya pihaknya menyatakan bahwa itu atas dasar ke khilafan mereka.
“Itupun baru indikasi dugaan ajaran yang menyimpang, dan tidak memastikan itu sesat atau tidak. Jika salat dan puasa mungkin karena mereka males atau alasan lainnya. Jadi wajar lantran manusia itu tempatnya khilaf dan salah,” ujarnya.
Setelah melakukan deklarasi untuk tidak kembali ke aliran menyimpang, lanjut dia, mereka juga menandatangi perjanjian hitam di atas putih serta dipandu untuk mengucap dua kalimat syahadat. “Mereka tidak kembali mengulangi ajaran Islam yang jauh dari semestinya,” katanya.
Adanya kasus dugaan penyimpangan aliran sesat pihaknya menyikapi hal tersebut secara kekeluargaan hal tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kasus ini tidak menyebar.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bojong, KH Aceng Ja’far Sodiq menuturkan, meski membuat resah warganya pihaknya menyatakan bahwa itu atas dasar ke khilafan mereka.
“Itupun baru indikasi dugaan ajaran yang menyimpang, dan tidak memastikan itu sesat atau tidak. Jika salat dan puasa mungkin karena mereka males atau alasan lainnya. Jadi wajar lantran manusia itu tempatnya khilaf dan salah,” ujarnya.
Setelah melakukan deklarasi untuk tidak kembali ke aliran menyimpang, lanjut dia, mereka juga menandatangi perjanjian hitam di atas putih serta dipandu untuk mengucap dua kalimat syahadat. “Mereka tidak kembali mengulangi ajaran Islam yang jauh dari semestinya,” katanya.
Adanya kasus dugaan penyimpangan aliran sesat pihaknya menyikapi hal tersebut secara kekeluargaan hal tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kasus ini tidak menyebar.
(shf)
Lihat Juga :