Jalan di Desa Bojong Cikupa Masih Diblokir, Warga dan Perusahaan Merana
Senin, 20 April 2020 - 07:43 WIB
loading...
A
A
A
"Meski PT SMI sudah melakukan upaya persuasif, namun PT SHA tidak menggubrisnya dan kami melakukan upaya hukum ke Polresta Tangerang. Kami laporkan kasus tersebut karena pemasangan patok besi melanggar hukum dan mengganggu kepentingan umum," ujar Raidin Anom.
Polresta Tangerang telah mengimbau kepada kedua perusahaan agar akses itu bisa digunakan bersama karena warga sekitar juga sangat membutuhkan jalan tersebut.
Lantaran PT SHA tidak memiliki iktikad baik akhirnya PT SMI dengan terpaksa membalas aksi PT SHA dengan hal serupa yakni memasang portal di lahan miliknya yang dibeli dari PT Supramas Inti Kemilau dengan bukti sertifikat Nomor 105 Tahun 1991.
Sejak PT SMI membeli lahan ke PT Supramas Inti Kemilau yang berlokasi di RT02/01, Desa Bojong, Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada Desember 2019 untuk pembangunan pabrik tidak ada permasalahan meski saat ini tembok pembatas PT SHA memakan lahan PT SMI.
"Selama jalan musyawarah bisa ditempuh ada baiknya dimusyawarahkan. Pintu dialog dan musyawarah masih terbuka, namun kenapa PT SHA memutarbalikkan fakta, seakan-akan dia yang menjadi korban," kata Raidin.
Polresta Tangerang telah mengimbau kepada kedua perusahaan agar akses itu bisa digunakan bersama karena warga sekitar juga sangat membutuhkan jalan tersebut.
Lantaran PT SHA tidak memiliki iktikad baik akhirnya PT SMI dengan terpaksa membalas aksi PT SHA dengan hal serupa yakni memasang portal di lahan miliknya yang dibeli dari PT Supramas Inti Kemilau dengan bukti sertifikat Nomor 105 Tahun 1991.
Sejak PT SMI membeli lahan ke PT Supramas Inti Kemilau yang berlokasi di RT02/01, Desa Bojong, Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada Desember 2019 untuk pembangunan pabrik tidak ada permasalahan meski saat ini tembok pembatas PT SHA memakan lahan PT SMI.
"Selama jalan musyawarah bisa ditempuh ada baiknya dimusyawarahkan. Pintu dialog dan musyawarah masih terbuka, namun kenapa PT SHA memutarbalikkan fakta, seakan-akan dia yang menjadi korban," kata Raidin.
(jon)
Lihat Juga :