Ini Sosok Jenderal Dibalik Keberhasilan Operasi Nemangkawi di Papua
Kamis, 20 Mei 2021 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, 28 Februari 2021, Komandan Peleton Kodap III Feri Elas tewas setelah terlibat kontak senjata dengan pasukan TNI-Polri di hutan Mile 51 wilayah PT Freeport Indonesia.
19 April 2021, Paniel Kogoya ditangkap di Nabire. Paniel merupakan pembeli atau pencari senjata untuk kelompok kriminal teroris bersenjata Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga.
Otak kerusuhan Papua pada bulan September 2019 lalu, Victor Yeimo juga berhasil ditangkap. Victor ditangkap di Distrik Abepura, Kota Jayapura, pada 9 Mei 2021.
13 Mei 2021, Wendis Wenimbo ajudan kelompok teroris Lesmin Waker tewas diterjang timah panas di Kampung Mayuberi, Distrik Ilaga Utara, Puncak.
Selanjutnya, dua anggota kelompok kriminal teroris bersenjata pimpinan Lekagak Talenggeng juga tewas setelah terlibat kontak senjata dengan pasukan TNI-Polri di Kampung Mayuberi, pada 16 Mei 2021.
Penegakan hukum siber Nemangkawi juga telah menangkap 5 tersangka ujaran kebencian yang menyebar hoax genosida ras Papua melalui media sosial.
Bahkan, melalui pendekatan kemanusiaan, 21 anggota Negara Republik Federal Papua Barat ( NRFPB) kembali berikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam penegakan hukum, keberhasilan Satgas Nemangkawi TNI-Polri adalah kemampuan melokalisir daerah teroris pada zona mini (Mimika, Intan Jaya, Nduga, Ilaga)
Tidak hanya penegakan hukum secara tegas dan terukur, Brigjen Roycke juga berhasil melakukan upaya soft aproach kepada masyarakat melalui pembinaan Binmas Noken Nemangkawi yang begitu banyak di terima oleh masyarakat.
Binmas Noken Nemangkawi hadir melalui berbagai kegiatan, diantaranya pembagian sembako, melakukan trauma healing khususnya bagi anak-anak, dan program Polisi Pi Ajar.
Tak hanya itu, memberdayakan peternak dan petani orang asli Papua melalui pendampingan, pemberian pupuk serta bibit demi meningkatkan ekonomi mereka.
Dalam sebuah postingan viral akun @Divisi Humas Polri Brigjen Roycke menunjukan kecintaannya bagi Papua.
19 April 2021, Paniel Kogoya ditangkap di Nabire. Paniel merupakan pembeli atau pencari senjata untuk kelompok kriminal teroris bersenjata Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga.
Otak kerusuhan Papua pada bulan September 2019 lalu, Victor Yeimo juga berhasil ditangkap. Victor ditangkap di Distrik Abepura, Kota Jayapura, pada 9 Mei 2021.
13 Mei 2021, Wendis Wenimbo ajudan kelompok teroris Lesmin Waker tewas diterjang timah panas di Kampung Mayuberi, Distrik Ilaga Utara, Puncak.
Selanjutnya, dua anggota kelompok kriminal teroris bersenjata pimpinan Lekagak Talenggeng juga tewas setelah terlibat kontak senjata dengan pasukan TNI-Polri di Kampung Mayuberi, pada 16 Mei 2021.
Penegakan hukum siber Nemangkawi juga telah menangkap 5 tersangka ujaran kebencian yang menyebar hoax genosida ras Papua melalui media sosial.
Bahkan, melalui pendekatan kemanusiaan, 21 anggota Negara Republik Federal Papua Barat ( NRFPB) kembali berikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam penegakan hukum, keberhasilan Satgas Nemangkawi TNI-Polri adalah kemampuan melokalisir daerah teroris pada zona mini (Mimika, Intan Jaya, Nduga, Ilaga)
Tidak hanya penegakan hukum secara tegas dan terukur, Brigjen Roycke juga berhasil melakukan upaya soft aproach kepada masyarakat melalui pembinaan Binmas Noken Nemangkawi yang begitu banyak di terima oleh masyarakat.
Binmas Noken Nemangkawi hadir melalui berbagai kegiatan, diantaranya pembagian sembako, melakukan trauma healing khususnya bagi anak-anak, dan program Polisi Pi Ajar.
Tak hanya itu, memberdayakan peternak dan petani orang asli Papua melalui pendampingan, pemberian pupuk serta bibit demi meningkatkan ekonomi mereka.
Dalam sebuah postingan viral akun @Divisi Humas Polri Brigjen Roycke menunjukan kecintaannya bagi Papua.
Lihat Juga :