Tanggul Penahan Air Perusahaan Tambang Nikel Jebol, Rumah Warga di Kolaka Terendam Lumpur
Kamis, 20 Mei 2021 - 11:45 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Manager Eksternal Relation PT CNI, Andarias mengatakan, pihaknya membenarkan kejadian tersebut, di mana akibat intensitas curah hujan yang tinggi membuat tanggul penahan air PT CNI jebol.
Baca juga: Dukung Rakyat Palestina, Umat Muslim Tasikmalaya Aksi Jalan Kaki 25 Km ke Galunggung
Tanggul tersebut berada di lokasi pembangunan smelter PT CNI. Akibat kejadian tersebut, pihak PT CNI tetap bertanggung jawab, dengan memberikan dispensasi bagi pemilik rumah yang terdampak. Sementara tanaman perkebunan warga yang terendam, masih dalam proses pendataan.
Berdasarkan peringatan dini yang dikeluarkan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada bulan Mei 2021 sebagian besar di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), termasuk Kabupaten Kolaka, berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai guntur dan angin kencang.
"Akibat cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari di Kecamatan Wolo, menyebabkan tanggul penahan air yang dibuat PT CNI jebol," kata Manager Eksternal Relation PT CNI, Andarias P Batara, Rabu (19/05/2021).
![Tanggul Penahan Air Perusahaan Tambang Nikel Jebol, Rumah Warga di Kolaka Terendam Lumpur]()
Andarias menambahkan, akibat hujan lebat menyebabkan tanggul jebol di lokasi pembangunan smelter. Dengan situasi yang masuk sebagai kejadian luar biasa ini, PT CNI tetap bertanggung jawab dan telah melakukan pendataan dan antisipasi, dengan membuat lokasi sedimen lumpur dan akan membangun tanggul yang permanen. "Kami sudah bertemu kepala desa dan masyarakat, dan telah mendata kerugian warga, dan PT CNI bertanggung jawab dalam hal ini," tegasnya.
Baca juga: Dukung Rakyat Palestina, Umat Muslim Tasikmalaya Aksi Jalan Kaki 25 Km ke Galunggung
Tanggul tersebut berada di lokasi pembangunan smelter PT CNI. Akibat kejadian tersebut, pihak PT CNI tetap bertanggung jawab, dengan memberikan dispensasi bagi pemilik rumah yang terdampak. Sementara tanaman perkebunan warga yang terendam, masih dalam proses pendataan.
Berdasarkan peringatan dini yang dikeluarkan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada bulan Mei 2021 sebagian besar di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), termasuk Kabupaten Kolaka, berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai guntur dan angin kencang.
"Akibat cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari di Kecamatan Wolo, menyebabkan tanggul penahan air yang dibuat PT CNI jebol," kata Manager Eksternal Relation PT CNI, Andarias P Batara, Rabu (19/05/2021).

Andarias menambahkan, akibat hujan lebat menyebabkan tanggul jebol di lokasi pembangunan smelter. Dengan situasi yang masuk sebagai kejadian luar biasa ini, PT CNI tetap bertanggung jawab dan telah melakukan pendataan dan antisipasi, dengan membuat lokasi sedimen lumpur dan akan membangun tanggul yang permanen. "Kami sudah bertemu kepala desa dan masyarakat, dan telah mendata kerugian warga, dan PT CNI bertanggung jawab dalam hal ini," tegasnya.
Lihat Juga :