Kejar Standar WHO, Wabup Luwu Utara Dorong Satgas Genjot Tes Covid-19

Selasa, 18 Mei 2021 - 19:42 WIB
loading...
Kejar Standar WHO, Wabup...
Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur. Foto: Humas Pemkab Luwu Utara
A A A
LUWU UTARA - Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur optimistis pengendalian Covid-19 di Luwu Utara dapat berjalan dengan baik, tapi dengan catatan pemeriksaan juga harus terus dilakukan setiap harinya. Berdasarkan standar WHO, jumlah pemeriksaan yang harus dilakukan adalah 1/1.000 dari jumlah penduduk.

Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Luwu Utara dalam seminggu terakhir, 11 hingga 17 Mei 2021, telah melakukan testing sebanyak 268 kali. Wabup Suaib mengalkulasi bahwa jumlah tes 268 kali sudah mendekati standar WHO. Tinggal, kata dia, digenjot lagi untuk mencapai standar WHO 1/1.000 guna mengendalikan virus berbahaya ini.

Baca juga:Tak Ngantor Hari Pertama Usai Libur Lebaran, Tukin ASN Lutra Bakal Dipotong

“Standar pengendalian menurut WHO adalah indikator testing minimal 1/1000 penduduk per minggu. Nah, khusus di Luwu Utara, berdasarkan data tanggal 11-17 Mei 2021, jumlah test PCR atau rapid test antigen sebanyak 268 kali. Kalau penduduk kita 329.586, maka ratio testing kita satu minggu terakhir adalah 8,13/10.000 atau 0,813/1.000, atau di bawah 1/1000,” urai Wabup Suaib , Selasa (18/5/2021), di Masamba.

Menurutnya, capaian tersebut sudah sangat baik untuk pengendalian Covid-19 di level kabupaten/kota. Meski begitu, dia tetap berupaya agar Satgas Luwu Utara terus menggenjot tes agar standar WHO bisa tercapai.

“Angka 0,776 sebenarnya mendekati angka 1, artinya tidak menutup kemungkinan ini bisa kita capai untuk menuju angka 1. Minimal testing per hari 47 orang, atau 329 per minggu,” urainya.

Menurut mantan Kadis PUPR ini, jumlah testing per hari atau per minggu yang harus terus digenjot lagi.

Baca juga: Meski Pandemi, Bupati Lutra Minta Jajarannya Tak Kurangi Kualitas Pelayanan

Apa yang disampaikan Suaib , direspons Bupati Indah Putri Indriani. Menurut Bupati, jumlah testing 1/1.000 dari jumlah penduduk bisa dicapai dengan melakukan beberapa langkah penanganan, seperti RSUD dan Dinas Kesehatan harus menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, seperti memastikan tersedianya alat kesehetan, yaitu di antaranya APD, rapid test antigen dan media PCR.

Selain itu, kata Bupati, Dinas Kesehatan harus intens mengoordinasikan terkait kapasitas dan kemampuan pemeriksaan sampel harian dengan pihak labotatorium yang selama ini melakukan pemeriksaan sampel atau spesimen swab. Memastikan ketersediaan rumah karantina mandiri di setiap desa, juga menjadi urgen, mengingat program wisata Covid-19 Pemprov Sulsel telah ditutup.

“RSUD harus memastikan ketersediaan UGD dan kamar, khusus pasien Covid-19. BPKAD juga kita harap menyiapkan anggaran penanganan Covid-19, termasuk insentif nakes per kasus. Untuk Satgas, permantap edukasi warga untuk mau diperiksa atau memeriksakan diri secara sukarela guna memenuhi target minimal pemeriksaan harian. Kalau semua ini siap, insya Allah pengendalian Covid-19 di Luwu Utara dapat berjalan dengan baik,” tegas Indah.

Namun yang tidak kalah pentingnya, lanjut Indah, adalah tetap mendisiplinkan diri dengan patuh dan taat menegakkan protokol kesehatan di mana pun dan kapan pun saat beraktivitas di luar rumah. “Sambil kita mempersiapkan semua upaya tadi, maka upaya terbaik saat ini adalah tetap melakukan pencegahan dengan memastikan kita dan masyarakat tetap displin protokol kesehatan dalam melakukan aktivitas sehari hari,” tandasnya.

Baca juga:Warga Rampi Ditandu ke Puskesmas Usai Melahirkan, Begini Kata Camat

Sementara data indikator surveilans dan epidemiologi terbaru, 17 Mei 2021, yang dikeluarkan Satgas Covid-19 Luwu Utara bahwa angka reproduksi efektif (Rt) Covid-19 di Luwu Utara adalah 0,81, dengan jumlah test PCR 46 kali per hari.

Angka positivity rate 0,00%, dengan jumlah test PCR/Antigen per 1.000 penduduk per minggu adalah 0,81. Angka 0,81 ini menggambarkan bahwa Luwu Utara kini dalam penanganan Covid-19 yang benar, karena sudah mendekati standar WHO, yakni 1/1.000 dari jumlah penduduk yang ada.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Banjir Luwu Utara Bikin...
Banjir Luwu Utara Bikin 5 Desa Terisolasi 3 Bulan, Pemerintah Tutup Mata?
Kasus COVID-19 di Bandung...
Kasus COVID-19 di Bandung Barat Naik karena Test Harian Ditingkatkan
COVID-19 Ditemukan di...
COVID-19 Ditemukan di 54 Sekolah, Tes Acak Bakal Dilakukan Rutin
14 Siswa dan Guru di...
14 Siswa dan Guru di Bandung Positif COVID-19 Usai Tes Acak
Waspadai Lonjakan Kasus,...
Waspadai Lonjakan Kasus, Ridwan Kamil: Tes COVID-19 Diutamakan di Bodebek dan Bandung Raya
Bandara Husein Bandung...
Bandara Husein Bandung Mulai Gunakan GeNose, PT KAI Pastikan Berlaku Satu Hari
Apa Itu Rehabilitasi...
Apa Itu Rehabilitasi yang Diberikan Prabowo untuk 2 Guru Luwu Utara
Dua Guru Luwu Utara...
Dua Guru Luwu Utara Bersyukur Dapat Rehabilitasi dari Presiden Prabowo
Prabowo Pulihkan Nama...
Prabowo Pulihkan Nama Baik 2 Guru yang Dipecat di Luwu Utara, Istana: Pahlawan Harus Dilindungi
Rekomendasi
Leopard Aesthetics yang...
Leopard Aesthetics yang Menggigit: Lepas E4 EV Buktikan SUV Listrik Bisa Elegan Tanpa Radikal
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Berita Terkini
Dorong Kemandirian,...
Dorong Kemandirian, UMB Asah Kreativitas Siswa Disabilitas lewat Ekonomi Kreatif
Halte Transjakarta Tebet...
Halte Transjakarta Tebet Eco Park Tetap Beroperasi usai Ditabrak Truk
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1,2 Km
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Singapura dan Malaysia Melonjak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved