Fraksi Golkar Pangkep Protes Pernyataan Anggota Tim Percepatan Pembangunan
Senin, 17 Mei 2021 - 17:44 WIB
loading...
Anggota Tim Bupati Untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP), Syamsul Sirajuddin (kanan).
A
A
A
PANGKEP - Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Pangkep menyayangkan pernyataan anggota Tim Bupati Untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP), Syamsul Sirajuddin dalam sebuah interviu yang ditayangkan di sebuah kanal YouTube .
Dalam interviu tersebut, Syamsul menyebut bahwa dalam 20 tahun terakhir, pemerintahan Pangkep tidak mencetak sejarah. Berbeda dengan daerah lain di Sulsel, dalam 10 tahun pemerintahan, masyarakat merasakan pembangunan.
Baca juga:Pemkab Pangkep Rampingkan OPD dari 19 Menjadi 10
Anggota Fraksi Partai Golkar , Alfian Muis mengatakan, pernyataan tersebut seolah menegasikan kerja keras tiga bupati dalam 20 tahun terakhir, yaitu Abdul Gaffar Patappe, Syafruddin Nur dan Syamsuddin A Hamid. Ia menjelaskan, zaman Bupati Gaffar Patappe, pembangunan pasar dan jalan sangat masif.
"Hampir semua pasar kecamatan direnovasi. Jalan-jalan penghubung juga dibangun, bahkan jalan antara Kecamatan Tondong Tallasa dan Balocci yang dulu orang hanya pakai kuda juga dibangun dan sampai sekarang bisa dilalui," terang Alfian, Senin (17/5/2021).
"Ingat, hampir semua yang gratis saat ini dirasakan masyarakat itu dicetuskan zaman Pak Syafruddin waktu jadi bupati. Baiknya kita tidak menutup mata tentang semua itu," lanjutnya.
Alfian melanjutkan, kebijakan Syamsuddin A Hamid ketika menjadi bupati yang saat ini mejadi sejarah juga cukup banyak. Di antaranya kata dia, pembangunan jalan desa hingga pemberian SPP gratis untuk mahasiswa Pangkep.
"Lihat data sebelum dan setelah ada kebijakan SPP gratis berapa kenaikan jumlah mahasiswa . Dan tidak banyak bupati atau wali kota yang berani mengeluarkan uang puluhan miliar untuk bayar SPP mahasiswa ," jelas Alfian.
Baca juga:Yusran Lalogau Minta Kades dan Lurah Ingatkan Warga Soal Protokol Kesehatan
"Mari kita doakan mantan Bupati kita, jangan lagi diusik dengan pernyataan yang tidak menyenangkan," kata adik budayawan almarhum Asdar Muis ini.
Ia menambahkan, sebagai anggota TBUPP, seharusnya Daeng Ancu, sapaanSyamsul Sirajuddin fokus memberi saran kepada pemerintah dalam mengambil langkah strategis untuk pembangunan daerah yang lebih baik.
"Tugasnya bukan menilai apa yang telah dilakukan pemerintahan sebelumnya. Salah satu tugas utama dari Tim Percepatan adalah memberi saran dan membantu pemerintah daerah dalam mengambil langkah strategis baik dalam hal kebijakan maupun penyelesaian permasalahan," tegasnya.
"Jangan sampai lebih banyak bicara daripada kerjanya," ujarnya.
Sementara itu, Daeng Ancu saat dihubungi mengatakan, pernyataannya dalam interviu itu adalah hal yang biasa dan benar. Ia mengaku akan membuka diri jika diajak diskusi terkait apa yang ia sampaikan di interviu tersebut.
Baca juga:BKIPM Makassar Inisiasi Kerja Sama dengan Pemkab Pangkep
"Apa yang salah. Benar kan yang saya bilang. Biasaji yang begini. Tonton sampai habis jangan setengah-setengah," kata Daeng Ancu.
Ia menuturkan, semua yang dikatakan tersebut semata-mata untuk ikut membangun Pangkep . Ia juga mengajak semua elemen masyarakat lain untuk bersama mewujudkan visi pemerintahan menuju Pangkep yang lebih baik.
Dalam interviu tersebut, Syamsul menyebut bahwa dalam 20 tahun terakhir, pemerintahan Pangkep tidak mencetak sejarah. Berbeda dengan daerah lain di Sulsel, dalam 10 tahun pemerintahan, masyarakat merasakan pembangunan.
Baca juga:Pemkab Pangkep Rampingkan OPD dari 19 Menjadi 10
Anggota Fraksi Partai Golkar , Alfian Muis mengatakan, pernyataan tersebut seolah menegasikan kerja keras tiga bupati dalam 20 tahun terakhir, yaitu Abdul Gaffar Patappe, Syafruddin Nur dan Syamsuddin A Hamid. Ia menjelaskan, zaman Bupati Gaffar Patappe, pembangunan pasar dan jalan sangat masif.
"Hampir semua pasar kecamatan direnovasi. Jalan-jalan penghubung juga dibangun, bahkan jalan antara Kecamatan Tondong Tallasa dan Balocci yang dulu orang hanya pakai kuda juga dibangun dan sampai sekarang bisa dilalui," terang Alfian, Senin (17/5/2021).
"Ingat, hampir semua yang gratis saat ini dirasakan masyarakat itu dicetuskan zaman Pak Syafruddin waktu jadi bupati. Baiknya kita tidak menutup mata tentang semua itu," lanjutnya.
Alfian melanjutkan, kebijakan Syamsuddin A Hamid ketika menjadi bupati yang saat ini mejadi sejarah juga cukup banyak. Di antaranya kata dia, pembangunan jalan desa hingga pemberian SPP gratis untuk mahasiswa Pangkep.
"Lihat data sebelum dan setelah ada kebijakan SPP gratis berapa kenaikan jumlah mahasiswa . Dan tidak banyak bupati atau wali kota yang berani mengeluarkan uang puluhan miliar untuk bayar SPP mahasiswa ," jelas Alfian.
Baca juga:Yusran Lalogau Minta Kades dan Lurah Ingatkan Warga Soal Protokol Kesehatan
"Mari kita doakan mantan Bupati kita, jangan lagi diusik dengan pernyataan yang tidak menyenangkan," kata adik budayawan almarhum Asdar Muis ini.
Ia menambahkan, sebagai anggota TBUPP, seharusnya Daeng Ancu, sapaanSyamsul Sirajuddin fokus memberi saran kepada pemerintah dalam mengambil langkah strategis untuk pembangunan daerah yang lebih baik.
"Tugasnya bukan menilai apa yang telah dilakukan pemerintahan sebelumnya. Salah satu tugas utama dari Tim Percepatan adalah memberi saran dan membantu pemerintah daerah dalam mengambil langkah strategis baik dalam hal kebijakan maupun penyelesaian permasalahan," tegasnya.
"Jangan sampai lebih banyak bicara daripada kerjanya," ujarnya.
Sementara itu, Daeng Ancu saat dihubungi mengatakan, pernyataannya dalam interviu itu adalah hal yang biasa dan benar. Ia mengaku akan membuka diri jika diajak diskusi terkait apa yang ia sampaikan di interviu tersebut.
Baca juga:BKIPM Makassar Inisiasi Kerja Sama dengan Pemkab Pangkep
"Apa yang salah. Benar kan yang saya bilang. Biasaji yang begini. Tonton sampai habis jangan setengah-setengah," kata Daeng Ancu.
Ia menuturkan, semua yang dikatakan tersebut semata-mata untuk ikut membangun Pangkep . Ia juga mengajak semua elemen masyarakat lain untuk bersama mewujudkan visi pemerintahan menuju Pangkep yang lebih baik.
(luq)
Lihat Juga :