Satgas COVID-19 Kota Bandung Berharap Tak Ada Ledakan Kasus Setelah Idul Fitri
Minggu, 16 Mei 2021 - 10:17 WIB
loading...
Foto/ilustrasi SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - Satuan Tugas COVID-19 Kota Bandung berharap tak ada ledakan kasus COVID-19 pascalibur Lebaran tahun 2021 ini. Antusiasme masyarakat berwisata di dalam kota dibatalkan diikuti penetapan prokes yang ketat.
Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bandung, Ema Sumarna berharap, tidak ada ledakan kasus tidak akan terjadi di Kota Bandung. Namun yang dikhawatirkan, teori epidemiologi yang menyatakan bahwa hal itu biasanya terjadi setelah 14 hari.
"Mudah-mudahan tidak terjadi dan kita tetap waspadai. Kami sudah ingatkan ke kawan-kawan di Dinas Kesehatan melalui Puskesmas yang ada," katanya. Baca juga: Pantau Tempat Wisata, Disparbud Jabar Ingatkan Wisatawan Waspadai COVID-19
Pihaknya meminta agar kontrol dilakukan seoptimal mungkin, karena tren di Kota Bandung sekarang kondisinya sedang menuju yang sangat baik. Dia berharap, tidak terjadi lompatan (kasus) COVID-19.
Ema menilai, era informasi teknologi saat ini, silaturahmi bisa dilakukan secara virtual. Itu tidak mengurangi nilainya, dan secara mayoritas bahwa warga masyarakat sudah memiliki sarana dan fasilitas tersebut.
Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bandung, Ema Sumarna berharap, tidak ada ledakan kasus tidak akan terjadi di Kota Bandung. Namun yang dikhawatirkan, teori epidemiologi yang menyatakan bahwa hal itu biasanya terjadi setelah 14 hari.
"Mudah-mudahan tidak terjadi dan kita tetap waspadai. Kami sudah ingatkan ke kawan-kawan di Dinas Kesehatan melalui Puskesmas yang ada," katanya. Baca juga: Pantau Tempat Wisata, Disparbud Jabar Ingatkan Wisatawan Waspadai COVID-19
Pihaknya meminta agar kontrol dilakukan seoptimal mungkin, karena tren di Kota Bandung sekarang kondisinya sedang menuju yang sangat baik. Dia berharap, tidak terjadi lompatan (kasus) COVID-19.
Ema menilai, era informasi teknologi saat ini, silaturahmi bisa dilakukan secara virtual. Itu tidak mengurangi nilainya, dan secara mayoritas bahwa warga masyarakat sudah memiliki sarana dan fasilitas tersebut.
Lihat Juga :