Merasa Membebani Keluarga karena Sakit, Pria Paruh Baya Ini Tewas Mengenaskan
Sabtu, 15 Mei 2021 - 23:30 WIB
loading...
Merasa Membebani Keluarga karena Sakit, Pria Paruh Baya Ini Tewas Mengenaskan. Foto/Wisnu
A
A
A
KUNINGAN - Merasa menjadi beban keluarga karena menderita sakit prostat stadium 1, Opras (58) warga Desa Cireja RT02/07, Desa Cihideng Hilir, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan diduga mengakhiri hidupnya dengan cara menyeburkan diri ke sumur.
Pasalnya, penyakit yang dideritanya selama kurang lebih 5 tahun itu tak kunjung sembuh. Padahal, Opras sudah berobat ke mana-mana, namun juga tak kunjung sembuh.
"Sudah berobat kemana-mana, gak kunjung sembuh. (Jadi mungkin) merasa menjadi beban keluarga, sehingga (diduga) lebih memilih itu (bunuh diri)," ungkap Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan Khadafi Mufti kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Sabtu (15/5/2021).
Opras, kata Khadafi, sebelum mengakhiri hidupnya, pada pukul 14.00 WIB juga sempat mencari racun tikus. Upaya percobaan bunuh diri itu namun diketahui oleh anak korban.
"Diindikasi seperti itu, sepertinya. Mungkin karena sudah habis kesabaran (jadi memilih untuk menceburkan diri)," jelasnya.
Setelah itu, kata Khadafi, pada pukul 18.00 WIB, anak Opras mendengar suara jatuh ke sumur dengan ketinggian 12 meter diameter 1 meter.
Baca juga: Cegah COVID-19 Meluas, Dewan Imbau Objek Wisata di Kuningan Harus Ditertibkan
Pasalnya, penyakit yang dideritanya selama kurang lebih 5 tahun itu tak kunjung sembuh. Padahal, Opras sudah berobat ke mana-mana, namun juga tak kunjung sembuh.
"Sudah berobat kemana-mana, gak kunjung sembuh. (Jadi mungkin) merasa menjadi beban keluarga, sehingga (diduga) lebih memilih itu (bunuh diri)," ungkap Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan Khadafi Mufti kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Sabtu (15/5/2021).
Opras, kata Khadafi, sebelum mengakhiri hidupnya, pada pukul 14.00 WIB juga sempat mencari racun tikus. Upaya percobaan bunuh diri itu namun diketahui oleh anak korban.
"Diindikasi seperti itu, sepertinya. Mungkin karena sudah habis kesabaran (jadi memilih untuk menceburkan diri)," jelasnya.
Setelah itu, kata Khadafi, pada pukul 18.00 WIB, anak Opras mendengar suara jatuh ke sumur dengan ketinggian 12 meter diameter 1 meter.
Baca juga: Cegah COVID-19 Meluas, Dewan Imbau Objek Wisata di Kuningan Harus Ditertibkan
Lihat Juga :